14 Tahun Lalu, Rudi Widodo Gemuruhkan Stadion Tridadi. Lalu?

Rudi Widodo (via persija.id)

Rudi Widodo pernah membuat gemuruh Stadion Tridadi Sleman pada 19 Maret 2005. Kala itu, gol tunggal Rudi membawa PSS Sleman menang 1-0 atas Semen Padang.

Gol dicetak Rudi memanfaatkan bola liar hasil sepakan penalti Denilson yang ditepis kiper Semen Padang, Zulkarnain Zakaria. Gol yang dicetak dua menit sebelum waktu normal habis membuat Tridadi saat itu benar-benar penuh kebahagiaan.

Gol itu menjadi gol pembuka PSS Sleman di kompetisi Liga Indonesia 2005, sekaligus satu-satunya gol Rudi di kompetisi saat itu. Mesin gol dijabat Seto Nurdiyantoro, Denilson, Anderson Da Silva hingga TA Musafri.

Berdasarkan data RSSSF, skuat besutan Daniel Roekito mengakhiri musim dengan 34 poin, menempati posisi tujuh wilayah barat. PSS saat itu hanya mencetak 22 gol dari 26 pertandingan. Jumlah itu termasuk paling sedikit diantara 14 klub wilayah barat.

Saat itu Rudi bukan siapa-siapa. Dia hanyalah pemain muda yang dikelilingi pemain senior, salah satunya Seto Nurdiyantoro dengan status eks Timnas Indonesia. Namun ternyata, karirnya begitu menanjak setelah lepas dari PSS Sleman.

Sederet klub besar kemudian dibela Rudi. Dia merasakan kali pertama panggilan Timnas Indonesia tahun 2007, setelah moncer bersama Greg Nwokolo di Persis Solo.

14 tahun berlalu, Rudi resmi pulang ke PSS Sleman, Senin (1/4/2019). Rudi kembali saat usianya sudah 35 tahun. Ia berbekal catatan 35 kali membela Persija Jakarta pada 2017-2018, dengan sumbangan lima gol.

Pro-kontra jelas mengiringi perekrutan Rudi. Apalagi sebagai pendatang baru Liga 1, PSS Sleman butuh penyerang haus gol agar mampu bersaing pada 2019. Lalu pertanyaannya, apa dasar pelatih kepala Seto Nurdiyantoro merekomendasikan mantan rekan setimnya?

Pengalaman jelas menjadi jawaban paling realistis. Sebagai pemain yang makan asam garam di kompetisi tertinggi Tanah Air, Rudi punya kemampuan untuk mengarahkan para penggawa muda PSS Sleman, macam Kushedya Hari Yudo.

Sebelum ini, PSS Sleman pun sudah merekrut Purwaka Yudi. Kehadiran eks Arema FC sudah membawa pengaruh positif pada sektor belakang PSS Sleman. Kombinasi pemain senior dan pemain muda mulai terlihat pada Piala Presiden 2019 lalu.

“Senioritasnya kita butuhkan. Kita tetap mencari kompetitornya,” ucap Seto dalam laman resmi klub.

Lalu pertanyaannya, bagaimana jika Rudi diharapkan menjadi mesin gol PSS Sleman?. Menarik untuk menunggu pembuktian Rudi.

Jika musim lalu Cristian Gonzales menjadi fenomena di Liga 2 dan Herman Dzumafo Epandi mengejutkan Liga 1, mungkin PSS juga turut berharap Rudi kembali menunjukkan sinarnya pada Liga 1 2019.

Nofik Lukman Hakim