Absen Kursus AFC Pro, Ini Penjelasan Pelatih Persik Kendal

Eduard Tjong. Foto : Nofik Lukman Hakim

KENDAL – Eduard Tjong termasuk pelatih yang mendapat undangan dari PSSI untuk mengikuti kursus pelatih lisensi AFC Pro. Hanya saja, pelatih Persik Kendal ini memutuskan absen dan akan ikut tahun depan bila ada lagi di Indonesia.

Faktor keluarga menjadi alasan Eduard Tjong absen mengikuti kursus AFC Pro pertama di Indonesia ini. Pada bulan Agustus mendatang, Edu harus mempersiapkan pernikahan putri pertamanya di Solo. Sementara pada saat yang sama, kursus AFC Pro ada kegiatan di Bandung.

“Sebenarnya saya mau ikut. Karena AFC Pro sangat bagus untuk pelatih. Bisa nambah ilmu. Kompetisi juga sedang jeda Asian Games. Tapi saya tidak mungkin meninggalkan acara keluarga ini,” terang Eduard Tjong kepada KAMPIUN.ID, Sabtu (7/4/2018) sore.

Eduard Tjong mengatakan, AFC Pro menjadi kesempatan pelatih mendapatkan ilmu baru. Salah satunya soal ilmu statistik yang belum begitu jalan di Indonesia. Dia berharap kursus AFC Pro bisa hadir lagi di Indonesia pada tahun depan.

“Saya termasuk pelatih yang diundang PSSI. Berarti ada perhatian khusus kan dari PSSI. Semoga tahun depan hadir di Indonesia lagi. Pasti saya akan ikut,” tuturnya.

Ada pro dan kontra tentang besaran biaya mengikuti lisensi AFC Pro. Untuk lisensi C AFC, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 7,5 Juta. Lalu lisensi B AFC Rp 15 Juta dan A AFC sekitar Rp 25 Juta.

Sementara AFC Pro mencapai Rp 180 Juta. Edu pun memiliki pandangan tersendiri tentang biaya tersebut. “Kalau saya sih lihatnya, ilmu itu memang mahal. Tidak bisa diukur dengan uang. Jadi ya tidak ada masalah dengan itu,” jelasnya.

Eduard Tjong bukan satu-satunya pelatih yang absen tahun ini. Ada juga pelatih asal Padang, Jafri Sastra. Pria yang kini melatih Persis Solo itu mengaku ingin fokus memenuhi target tim ke Liga 1.

Nofik Lukman Hakim