Akui “Sulit” Menang di Aceh, Vujovic Lebih Suka PSIM Jogja Masuk Grup Timur

Pelatih PSIM Jogja, Vladimir Vujovic. Foto : Richie Setiawan

Pelatih PSIM Jogja Vladimir Vujovic lebih menyukai grup timur ketimbang grup barat pada kompetisi Liga 2 2019. Vujovic mengklaim Laskar Mataram akan “kesulitan” meraih kemenangan di Aceh.

Sejauh ini PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum menentukan pembagian grup untuk kompetisi kasta kedua. Dalam setiap musimnya, wilayah geografis klub peserta menjadi dasar utama dalam pembagian grup.

PSIM menjadi tim yang punya peluang sama besar, untuk masuk grup barat maupun grup timur. Dalam beberapa musim terakhir, PSIM lebih sering masuk grup timur. Namun kepindahan Persis Solo ke Madiun membuat slot grup timur kemungkinan berpindah ke Laskar Sambernyawa.

Vujovic pun turut angkat bicara soal peluang masuk grup barat maupun grup timur. Bila boleh memilih, Vujovic akan sangat senang berada di grup timur. Dia mengaku sudah jauh-jauh hari menganalisa kekuatan tim tim.

“Saya akan memilih timur. Grup barat ada dua klub Aceh, yang saya pikir Manchester United saja tidak bisa menang disana. Lalu ada Sriwijaya FC, Persita Tangerang, Pekanbaru (PSPS). Ada juga PSMS,” kata Vujovic dalam perkenalan di Wisma PSIM, Jumat (12/4) lalu.

Baca Juga  Baru Sebulan Jalani Tugas, Manajer Ketiga Persis Solo Dinonaktifkan

“Grup timur ada Persiba Balikpapan, Mitra Kukar dan Martapura FC,” lanjut pelatih asal Montenegro ini.

Bila menilik kesiapan tim, grup barat memang lebih istimewa. Persiraja sudah melakukan persiapan sejak Februari lalu. Sementara Persita malah sudah tampil pada ajang Piala Presiden 2019.

Sriwijaya FC, PSMS Medan dan PSCS Cilacap mendatangkan sederet eks Liga 1. Cilegon United, Perserang Serang serta PSGC Ciamis sudah mulai bergerak.

Sementara untuk grup timur, Persiba yang awalnya jadi kandidat klub papan atas, malah diterpa masalah internal. Mundurnya investor utama membuat penggawa Beruang Madu pilih mencari pelabuhan baru.

Persewar Waropen dan Mitra Kukar menjadi tim yang paling siap membuat kejutan. Mitra Kukar mengandalkan beberapa penggawa sisa Liga 1, sementara Persewar mendatangkan para putra daerah yang punya pengalaman.

Nofik Lukman Hakim