Alasan CEO PSIM Banyak Lepas Pemain Lama dan Boyong Pemain Anyar

Karteker CEO PSIM Jogja, Bambang Susanto (kiri). Foto : Nofik Lukman Hakim

CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto, membeberkan alasan mengapa banyak mendatangkan pemain yang sudah memiliki nama di persepak bolaan Tanah Air untuk membela PSIM Joga di Liga 2 2019. Sebab, ia mengaku tak ingin setengah-setengah untuk memenuhi target promosi.

PSIM menyambut Liga 2 2019 dengan banyak perubahan, terutama komposisi pemain yang jauh berbeda dari sebelumnya. Tercatat, hanya ada tujuh pemain Laskar Mataram musim lalu yang saat ini telah resmi diikat.

Para pemain lama yang dipertahankan, yakni Raymond Tauntu, Ivan Febrianto, Pratama Gilang Ramadhan, Edo Pratama, Hendrico Satriadi, Hendika Arga Permana, dan Fandy Edy.

Kemudian, 14 pemain lainnya berasal dari tim lain seperti Bogor FC. Di lini depan ada Rudiyana dan Dwi Raffi Angga. Kemudian di sektor tengah ada Ichsan Pratama, Ade Suhendra, Rosi Noprihanis, Reza Saputra, Achmad Hisyam Tolle, serta Redi Rusmawan.

Sementara di posisi belakang ada Heri Susilo, Gusti Rustiawan, Aditya Putra Dewa, Agung Pribadi, Ngurah Nanak serta Tedi Berlian. Belum lagi dengan adanya Raphael Maitimo. Skuat PSIM pun tampak ‘mewah’ dibanding musim-musim sebelumnya.

Baca Juga  Komentar Raymond Tauntu soal Ban Kapten PSIM Jogja

Menurut Bambang Susanto, ada alasan kuat mengapa harus banyak merobak skuat PSIM musim sebelumnya untuk menghadapi musim ini, terutama soal peta persaingan. Ia melihat para pesaing di Liga 2 juga kuat, terutama Persita Tangerang, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan.

Selain itu, Liga 2 2019 juga diperkirakan akan lebih mengandalkan teknis. Sebab, sejak ada Satgas Anti Mafia Bola, suap menyaup wasit yang kerap terjadi pada musim-musim sebelumnya kemungkinan besar tidak akan terjadi lagi. Maka dari itu, ia merasa wajib membentuk tim terkuat untuk bisa promosi ke Liga 1 2020.

“Kenapa kita grade-nya tinggi, saya tidak mau spekulasi, saya tidak mau di tengah-tengah enggak bisa lancar,” kata Bambang Susanto.

“Saya lihat peta sepak bola di Indonesia. Dengan adanya Satgas (Anti Mafia Bola), faktor non teknik pasti turun, oleh karena itu teknis mau tak mau tim harus berbenah,” lanjutnya.

“Kita tahu Persita Tangerang, PSMS itu didanai grup asing masuk, Sriwijaya ada bosnya juga. Mereka pasti keluar dana besar-besaran,” imbuh pengusaha asal Semarang itu.

Baca Juga  Wajibkan Pemain Miliki Paspor, Ini Penjelasan Presiden Persiraja

Perombakan PSIM Jogja pada musim ini memang terbilang sangat drastis. Adanya investor baru membuat Laskar Mataram akan menjadi salah satu tim yang paling diwaspadai di Liga 2 2019.

Febri Aldi