Ini Pernyataan PSIM Jogja Soal Sanksi Pengurangan Sembilan Poin

Ribuan suporter Brajamusti yang memadati Stadion Sultan Agung Bantul. Foto : Richie Setiawan

JOGJA – Manajemen PSIM Jogja tak bisa berbuat banyak atas sanksi pengurangan sembilan poin yang dijatuhkan FIFA. Laskar Mataram akan berjuang untuk bisa bertahan di Liga 2.

Sekretaris Umum PSIM Jogja, Jarot Sri Kustawa mengakui permasalahan gaji dengan trio Belanda sudah diselesaikan. Tunggakan gaji, beserta bunga dan administrasi lain akan dibayar menggunakan dana subsidi keikutsertaan di Liga 2.

“Kami sudah selesaikan hutang ini. Tapi kan pengurangan poin sudah terlanjur melekat. Pengurangan ini berkaitan dengan tunggakan gaji yang tidak bisa dibayarkan sebelum deadline. Kalau tidak dibayar malah musim ini kita tidak bisa ikut kompetisi dan musim depan turun ke Liga 3,” terang Jarot kepada KAMPIUN.ID, Kamis (26/4/2018).

“Soal tunggakan ini sudah diselesaikan. Kami sudah komunikasi dengan PSSI. Pembayaran menggunakan dana subsidi. Total tunggakan, denda (bunga) dan administrasi hampir Rp 1 Miliar,” lanjutnya.

Untuk bisa mengangkat PSIM Jogja dari dasar klasemen tentu butuh perjuangan berat. Apalagi pada laga perdana Liga 2 2018, Kamis (26/4/2018) sore, PSIM Jogja dikalahkan Madura FC 1-3 di Stadion Ahmad Yani Sumenep.

“Ini dosa manajemen lama, tapi yang menanggung manajemen baru,” ucap Jarot. “(Untuk kompetisi) kita bismillah saja. Semoga bisa mendapat hasil terbaik,” pungkasnya.

PT Liga Indonesia Baru mengumumkan keputusan pengurangan poin melalui surat bernomor 153/LIB/IV/2018 yang ditandatangani Chief Executive Officer, Risha A Widjaya tertanggal 25 April 2018.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari surat PSSI nomor 1624/UDN821/IV-2018 perihal implementasi putusan FIFA Disciplinary Committee No.160226 PST IDN ZH, No 1550499 PST IDN ZH dan No 150498 PST IDN ZH terhadap klub PSIM Jogja tertanggal 20 April 2018 yang ditandatangani Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.

Dalam surat dari PSSI kepada LIB dijelaskan, PSIM Jogja dijatuhi sanksi dari FIFA Disciplinary Committee atas tiga sengketa dengan Emile Emanuel Anthony Linkers, Kristian Adelmund dan Lorenzo Yoffrey Rimkus. Ketiga pemain itu merupakan penggawa PSIM Jogja pada kompetisi Divisi Utama 2012.

Adapun besaran tunggakan gaji ketiganya yakni untuk Linkers sebesar Rp 210 juta plus bunga 5 persen per tahun terhitung sejak 2 Mei 2014. Lalu untuk Adelmund sebesar Rp 189 juta ditambah bunga 5 persen per tahun terhitung sejak 20 November 2012 serta Rimkus sebesar Rp 294 juta ditambah bunga 5 persen per tahun terhitung sejak 22 November 2012.

Nofik Lukman Hakim