Jarak ke Rumah Sekitar 2418 KM, Gelandang PSS Sleman Ini Terpaksa Golput

Tiga penggawa baru PSS Sleman, Nerius Alom (kiri), Haris Tuharea (tengah) dan Ricky Kambuaya (kanan) usai latihhan di Stadion Maguwhoharjo Sleman. Foto : Nofik Lukman Hakim

Gelandang PSS Sleman, Ricky Kambuaya, dengan berat hati tidak bisa menyumbangkan suaranya dalam pesta demokasi pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019, Rabu (17/4/2019) WIB.

Setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk memberikan suara kepada calon pemimpin negeri ini, khusunya presiden dan calon presiden yang akan memimpin dalam lima tahun ke depan. Begitu pun Ricky Kambuaya.

Namun, karena singkatnya libur yang didapat, jarak ke kampung halaman yang terbilang jauh, serta tiket pesawat yang mahal, ia memutuskan tetap berada di Sleman.

Sekadar diketahui, Ricky Kambuaya berasal dari Sorong, Papua. Jarak dari Yogyakarka ke Sorong memang terbilang jauh, yakni sekitar 2418 kilometer. Jika ditempuh menggunakan jalur udara bisa memakan waktu hingga tujuh jam.

“Ya kalau mau nyoblos harus di Sorong karena terdaftarnya di Sorong. Tapi saya tidak balik ke Sorong karena liburnya hanya dua hari dan biaya tiketnya mahal. Jadi, milih tinggal saja dan enggak ikut nyoblos,” kata Ricky Kambuaya kepada KAMPIUN.ID, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga  Dua Misi Persik Kediri Hadapi Persis Solo

Meski demikian, sebagai warga negara Indonesia, eks pemain PSMP Mojokerto itu berharap pemimpin yang baru nanti bisa bekerja lebih baik lagi dari yang telah dilakukan dalam lima tahun terakhir.

Febri Aldi