Liga 2 Digelar Juni, Pergerakan Klub Ini Masih Tanda Tanya

Duel antara Aceh United melawan PSMP Mojokerto di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto. Foto : Liga Indonesia Baru

Liga 2 jadi salah satu kasta yang cukup ketat persaingannya. Walau ada di kasta kedua Liga Indonesia, namun kualitas tim peserta tentu tak bisa dipandang sebelah mata.

Seluruh peserta tentu siap menjauh dari jurang gdegradasi, beberapa diantaranya malah cukup ngotot untuk bisa merebut tiket promosi ke kasta tertinggi Liga 1.

Untuk kompetisi Liga 2 2019, ternyata tak semua peserta Liga 2 sudah bergerak membentuk tim. Padahal PSSI sudah memberi lampu hijau bahwa kompetisi Liga 2 kemungkinan akan digelar pada pertengahan Juni mendatang.

Sisa dua bulan jelang kick off, ternyata tak membuat beberapa klub bergerak bak kesetanan untuk mendatangkan para pemain bintangnya.

Banyak klub yang belum membentuk tim, ternyata beragam cerita yang muncul. Ada yang masih belum terjawab kenapa belum dimulai-mulai pembentukan timnya, tapi ada juga yang sudah terbentuk ternyata malah dibubarkan timnya.

Inilah beberapa klub Liga 2 2019 yang masih tanda tanya kapan akan mulai membentuk tim:

Skuad Aceh United saat menghadapi Kalteng Putra di Stadion Cot Gapu, Bireuen. Foto : Liga Indonesia Baru

Klub asal ujung Indonesia, Aceh United ternyata pergerakannya tak seperti saudara tuanya Persiraja Banda Aceh. Yang mana Persiraja sudah menjalani tour di beberapa lapangan kampung di Aceh untuk persiapan di Liga 2.

Aceh United memang punya masalah besar terkait pendanaan yang harus teratasi, agar bis akan berkompetisi. Situasi ini yang menjadi cibiran publik musim lalu, saat melihat banyak berita muncul kepublik terkait tertundanya gaji pemain.

koreo suporter PSPS Riau, Asykar Theking.

Situasi yang lebih runyam malah dirasakan oleh PSPS Riau. Tim ini belum ada kepastian kapan akan menggelar seleksi atau pembentukan tim. Salah satu kendala utamnya mungkin lantaran hutang yang belum terbayarkan.

Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) mengajukan gugatan perdata melalui Pengadilan Negeri Pekanbaru pada 11 April 2019.

Baca Juga  CEO Kalteng Putra Bicara Raihan Empat Poin Dalam Dua Tandang

APPI mengajukan gugatan tersebut karena tunggakan gaji pemain PSPS Riau di kompetisi Liga 2 2018 yang belum juga dilunasi manajemen

Dua belas pemain PSPS Riau yang diwakili Abdul Abanda Rahman dan kuasa hukumnya dari APPI M Agus Riza Ufaida mendatangi kantor Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jalan Teratai, Kamis (11/4/2019).

Gugatan 12 pemain PSPS terkait soal perkara tunggakan DP dan gaji pemain PSPS Riau yang hingga saat ini belum juga dibayarkan oleh pihak PT PSPS Pekanbaru atau PSPS Riau kepada pemainnya sekitar 2 sampai dengan 3 bulan, total Rp 498 juta.

Hanya sebatas kejutan semata, mungkin itu kata yang pas untuk mengabarkan pergerakan Bogor FC. Klub yang baru berdiri tahun 2017 dengan mengakuisisi klub Persikad Depok tersebut, sukses menembus tiket promosi di tahun pertamanya berkompetisi.

Rapor kejutan sebagai juara ketiga Liga 3 2018 musim lalu, ternyata tak berlanjut di Liga 2 2019. Sempat sukses mengejutkan publik dengan mendatangkan banyak pemain bintang, nyatanya tim ini bubrah sebelum kompetisi dimulai.

Mundurnya CEO Bogor FC dengan alasan banyaknya penolakan dari suporter Bogor FC, tentu membuat banyak pihak terkejut.

Kabar terbaru tim ini jadi abu-abu. Banyak kabar yang muncul tim ini akan hijrah ke Bandung hingga Bangka. Sayangnya memang belum ada kepastian soal akan pndah ke home base mana, dan apakah jadi ganti nama di musim ini.

Saat ini dari pelatih hingga beberapa pemain Bogor FC hijrah ke PSIM Jogja. Bahkan PSIM saat ini memutuskan menjalani TC di Bogor.

Pembubaran tim juga dirasakan oleh Persiba Balikpapan, namun caranya berbeda. Tim berjuluk Beruang Madu juga bubrah usai ditinggalkan presiden klubnya. Adanya konflik manajemen baru dan manajeman lama sering dikait-kaitkan jadi penyebab utamanya.

Tak ada kepastian soal gaji pemain membuat satu persatu pemain yang sudah masuk rekomendasi memutuksna untuk hengkang mencari pelabuhan baru. Hingga saat ini belum ada kepastian seperti apa nasib tim asal pulau Kalimantan tersebut.

skuad Cilegon United di babak 32 besar Piala Indonesia 2018/2019. Foto: Official Cilegon United.

Sementara itu ada hal menarik yang dilakukan oleh klub asal Banten, yakni Cilegon United.

Jika banyak tim memulai langkah dengan memperkenalkan pemain baru atau pelatih kepala yang akan menukangi tim lebih dulu, ternyata manajeman Cilegon United tak melakukannya.

Tim berjuluk The Volcano tersbeut amalh lebih dulu memperkenalkan jersey pre season-nya lebih dulu. Yang mana ada beberapa warna jersey yang dirilis manajeman, untuk bisa dibeli oleh para pendukungnya. baik jersey yang berwarna putih, merah, hitam, hingga pink, yang semuanya keluaran apparel Mattch.

Manajemen klub asal Banten ini sudah memberi bocoran akan mulai membentuk tim setelah pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang digelar 17 April.

“Kami tidak akan menggelar seleksi, karena kami sudha memiliki kerangka tim pasca Piala Indonesia, beberapa waktu lalu. Dan Insyaallah setelah perhelatan PilPres, tim akan berkumpul untuk menggelar latihan perdana di Cilegon,” ucap Presiden Klub Cilegon United, Yudhi Apriyanto.

Freddy Muli (dua dari kiri) saat tanda tangan kontrak dengan Persibat Batang, Sabtu (6/4/2019). Foto : Istimewa/Persibat

Untuk Persibat Batang, belum lama ini manajeman sudah mengumumkan apparel hingga pelatih yang akan menukangi tim ini, yakni Freedy Muli. Sayang belum ada kabar lanjutan kapan seleksi atau pembentukan tim akan dilakukan.

Beberapa klub lainnya ternyata belum ada kepastian terkait pergerakan mereka menuju Liga 2 2019. Seperti yang dilakukan oleh Perserang Serang, PSGC Ciamis, PSBS Biak, Martapura FC, Madura FC, dan Blitar United.

Jika bicara persiapan. Ada beberapa klub yang sudah membentuk tim. Seperti yang sudah dijalani oleh Persiraja Banda Aceh, Sriwijaya FC, PSMS Medan, Mitra Kukar, Persita Tangerang, PSCS Cilacap, Persis Solo, Persik Kediri, PSIM Jogja, hingga Persewar Waropen.

Untuk peserta Liga 2 2019 ada yang sudah dipastikan absen. Klub tersebut adalah PS Mojokerto Putera yang mendapatkan sanksi dari PSSI.