Mulai Nyaman, Muhammad Zamzani Tak Kesulitan Adaptasi di Sriwijaya FC

Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi. Foto: Instagram/@sriwijayafc.id

Bek muda PSS Sleman, Muhammad Hamdan Zamzani tidak mengalami kesulitan dalam proses adaptasi bersama klub barunya, Sriwijaya FC. Ia justru merasa nyaman karena lingkungan dan fasilitas yang dimiliki klub tersebut.

Zamzani telah berada di Palembang sejak Minggu (7/4/2019). Jadi, sudah sekitar seminggu lebih bek 22 tahun itu bersama Sriwijaya FC. Walau itu adalah pengalaman pertama, ia merasa bisa cepat beradaptasi dengan tim.

Pada awalnya, Zamzani mengaku sempat canggung. Namun, rekan-rekan di Sriwijaya FC yang humble serta tidak adanya perbedaan antara junior dan senior, membuat dirinya tak kesulitan untuk segera menyatu dengan tim.

“Pertama memang ada rasa canggung, tetapi sekarang sudah enggak. Di sini enak, teman-teman juga welcome, tidak ada junior dan senior, semuanya sama di sini,” kata Zamzani kepada KAMPIUN.ID.

Begitu pun dengan makanan. Ia merasa tidak ada perbedaan yang berarti antara Sleman dan Pelembang. Hanya saja, cuaca di Palembang dinilai lebih panas dari kondisi kampung halamannya.

“Kalau makanann sama saja. Cuman cuacanya lebih panas. Panas sekali. Tapi enggak masalah, itu kan faktor alam,” tuturnya menambahkan.

Baca Juga  Demi Promosi, 11 Pemain PSIM Jogja Out, dan Eks Liga 1 hingga Penggawa Timnas Didatangkan

Di sisi lain, eks pemain Bali United U-21 itu juga memuji fasilitas yang dimiliki Sriwijaya FC. Apa yang dimiliki Laskar Wong Kito itu membuat dirinya semakin semangat untuk berlatih.

“Latihannya enak. Di sini, fasilitas agak lengkap. Kita kan di wisma atlet, pagi itu fitness, habis itu ke lapangan, sorenya latihan lapangan. Seperti itu lah kira-kira,” ujar pemain yang pernah berkarier di Timor Leste tersebut.

Di Sriwijaya FC, Zamzani dipastikan harus bekerja keras jika ingin mendapatkan tempat di starting line-up. Sebab, tim asuhan Kas Hartadi itu memiliki deretan pemain bertahan senior yang terbilang tangguh, seperti Ambrizal, Bruno Casimir, hingga Edy Gunawan.

Febri Aldi