Pembagian Grup Liga 2 2019, Tradisi Memisah Persis Solo dan PSIM Jogja

Bek Persis Solo, Dedi Tri Maulana saat membayangi pergerakan pemain Persibat Batang pada laga uji coba di Stadion Moh Sarengat Batang, Rabu (28/2/2018). Foto : Richie Setiawan

Tak ada kesulitan berarti bila peta geografis kontestan Liga 2 2019, menjadi dasar memisah 24 klub menjadi dua grup. Hanya Persis Solo dan PSIM Jogja saja yang jadi langganan perdebatan setiap musimnya.

Rivalitas “Tanah Mataram” selalu dibahas dalam setiap managers meeting. Perwakilan kedua tim biasanya meminta diletakkan dalam grup berbeda. Terakhir, kedua tim berada di grup yang sama ketika Divisi Utama versi Liga Indonesia 2013 lalu.

Persis LI yang saat itu kurang mendapat dukungan suporter Pasoepati berada di grup 5, bersama PSIM Jogja. Pertemuan kedua tim pun diwarnai kejadian tak mengenakkan.

Saat di Solo, tiga pemain PSIM menjadi korban pengeroyokan oknum suporter. Sementara saat di Jogja, pemain Persis Solo dilempari batu saat latihan maupun pertandingan. Dalam tiga kompetisi resmi berikutnya, kedua tim pun selalu minta ditempatkan dalam grup berbeda.

Kali ini, hal sama kemungkinan besar terjadi. PSIM punya kans untuk masuk grup barat, lantaran tak harus sepaket lagi dengan PSS Sleman yang sudah ke Liga 1.

PSIM menggenapi 12 kontestan grup barat. KAMPIUN.ID memprediksi sebelas tempat lain dihuni Aceh United, Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Riau, Sriwijaya FC, Persita Tangerang, Cilegon United, Perserang Serang, Bogor FC, PSGC Ciamis dan PSCS Cilacap.

Dengan formasi seperti ini, sulit memprediksi tim mana yang akan lolos babak 8 besar. Sejauh ini hanya Aceh United dan PSPS Riau saja yang belum terdengar persiapannya. Sementara Persiraja, PSMS, Sriwijaya FC, Persita, Bogor FC, PSCS dan PSIM sudah ngebut.

Sementara Persis Solo yang akan bermarkas di Stadion Wilis Madiun berpeluang kembali ke wilayah timur. Inilah momen pertama setelah kompetisi Divisi Utama 2006/2007 lalu, Persis Solo juga sempat dilempar ke timur.

Prediksi KAMPIUN.ID, Persis Solo dan Persibat Batang yang jadi wakil Jawa Tengah akan gabung dengan tim Jawa Timur, Kalimantan serta Papua. Para tim tersebut yakni, Persik Kediri, Persatu Tuban, Blitar United, Madura FC, Martapura FC, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, PSBS Biak dan Persewar Waropen.

Ada satu nama lagi yang belum diketahui nasibnya, PSMP Mojokerto. Laskar Mojopahit hampir pasti absen pada Liga 2 2019, karena dijatuhi sanksi larangan ikut kompetisi resmi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Dengan begitu wilayah timur hanya akan diikuti sebelas tim saja.

Persis Solo dan Mitra Kukar jelas diunggulkan. Persewar sebagai pendatang Liga 2 pun bisa jadi kuda hitam, karena banyak merekrut pemain berpengalaman. Persewar pun termasuk tim yang paling awal memulai persiapan.

Menarik menantikan apakah prediksi ini benar-benar tepat. Namun yang jelas, semua tim saat ini menanti kepastian regulasi dan waktu kick off Liga 2. PSSI masih yakin kompetisi digulirkan dua pekan setelah kick off Liga 1 atau sekitar akhir Mei.

Namun waktu realistis, Liga 2 akan dimulai pertengahan Juni atau setelah lebaran. Hal ini karena tak semua kontestan Liga 2 memiliki fasilitas untuk memainkan laga pada malam hari, saat bulan Ramadan, seperti halnya tim Liga 1.

Nofik Lukman Hakim