Persaingan Ketat Barisan Depan, Pelatih PSS : Pemain Harus Profesional

Cristian Gonzales saat dikawal bek Mojokerto Putra, Derry Noor dalam pertandingan di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (26/4/2018). Foto : Richie Setiawan

SLEMAN – Kedatangan Cristian Gonzales membuat lini depan PSS Sleman semakin mengkilap. Sebelum ini sudah ada dua bomber maut, I Made Adi Wirahadi dan Tambun Naibaho.

Bukan persoalan mudah untuk menentukan siapa yang jadi pemain utama. Dalam skema yang diusung Herry Kiswanto saat lawan Pakindo Mojokerto Putra, Kamis (26/4/2018) sore, PSS menurunkan Made Wirahadi sebagai bomber tunggal. Kinerjanya ditopang Irkham Zahrul Milla dan Thaufan Hidayat di pos sayap.

Barulah pada menit 77, Gonzales kemudian masuk menggantikan Wirahadi. Delapan menit kemudian, Gonzales mencetak gol lewat sundulan, memanfaatkan umpan Thaufan Hidayat. Sementara untuk Tambun belum mendapat kesempatan bermain.

Bila melihat karakter ketiganya, Gonzales, Wirahadi dan Tambun bisa dijadikan penyerang tunggal. Gonzales dengan segudang pengalamannya tak perlu diragukan lagi ketajamannya. Dia bahkan sudah menyumbang gol di laga perdana.

Sementara Wirahadi memiliki pamor yang tak kalah menawan. Musim lalu, dia sukses mengantarkan PSMS Medan promosi ke Liga 1. Sementara untuk Tambun, meski musim lalu gagal menyelamatkan Semen Padang dari degradasi, posisi sebagai bomber cukup diperhitungkan.

Pelatih PSS Sleman, Herry Kiswanto pun senang dengan kualitas barisan depan yang dia miliki. Menurutnya, persaingan untuk memperebutkan pos starting eleven sudah hal lumrah dalam sebuah tim sepak bola.

“Yang jelas anak-anak harus profesional, kalau ini turun, (yang lain) jangan marah-marah, karena itu tidak baik. Harus profesional,” terang Herry Kiswanto, Kamis (26/4/2018).

Herkis, sapaan akrabnya, juga berharap kedatangan Gonzales bisa memberi imbas positif bagi para pemain muda di PSS. Dia berharap para pemain belajar dari Gonzales yang memiliki karir cemerlang di Indonesia.

Sejak kedatangan ke Indonesia tahun 2003 lalu, Gonzales sudah mempersembahkan banyak gol untuk sejumlah tim. Mulai PSM Makassar (32 gol), Persik Kediri (100 gol), Persib Bandung (41 gol), Persisam Samarinda (18 gol) dan Arema FC (52 gol). Belum lagi 12 gol untuk Timnas Indonesia.

“Pemain muda bisa belajar ke Gonzales. Memang dari sisi lain gabungnya baru aja, tapi sisi pengalaman ini harus dicapai oleh pemain muda. Jadi (belajarnya) bukan dari pelatih saja,” tuturnya.

Nofik Lukman Hakim