Persis Gotong Royong Solo Putuskan Mengibarkan Bendera Putih

Dana ternyata bisa jadi hal penting bagi semua pihak, khususnya karir sebuah klub sepakbola. Selain kucuran dana dari investor.

Sejatinya pendanaan tim bisa didapat dari penjualan tiket maupun marchendise. Namun jika ketiga unsur tersebut tak dapat, tentu untuk memuskan kata siap dalam berkompetisi, jadi sebuah hal yang memberatkan pastinya.

Situasi ini tentu tengahdirasakan kompetitor Persis Solo di Kota Solo, yakni Persis Gotong Royong (GR), atapun yang awalnya dikenal dengan nama Persis Muda.

Klub bentukan Askot PSSI Kota Solo tersebut masih berada di kasta Liga 3, sayang musim ini sepertinya petinggi tim memutuskan untuk mengibarkan bendera putih, tanda kepastian tak akan membentuk tim untuk terjun di Liga 3 musim ini.

Kendalanya apa, tentu banyak faktor. Salah satunya tak adanya tiga aspek yang dibahas di atas tadi. Yang paling utama tentu saja investor.

“Kita tak punya dana musim ini. Investor juga belum ada kejelasan apakah ada yang mau mengelola tim ini atau tidak. karena tak ada kepastian, jadi kita putuskan sepertinya musim ini kita absen di Liga 3,” terang Ketua Askot PSSI Kota Solo, Paulus Haryoto.

Baca Juga  Persebi Boyolali Jalani Uji Coba, Sore Ini

Sejatinya ini bukan hal yang mengagetkan, sebab musim lalu pun alasannya sama, yakni tak ada investor yang bisa memberikan dana untuk membentuk tim.

Klub yang awalnya terbentuk tahun 2015 tersebut memang bertujuan untuk membidani potensi para pemain Kota Solo, agar bisa tetap berkompetisi. Dua musim awal memang berjalan sesuai langkah awal, walaupun ada pergerakan berbeda ketika investor datang tahun 2017.

Beberapa pemain dari luar Solo dihadirkan, bahkan pelatih ternama macam Eduard Tjong juga memutuskan untuk turun gunung terjun membangun tim yang sejatinya berkompetisi di kasta amatir.

Dengan dana jor-joran, Pesis GR mulai berkompetisi. Sayangnya mimpi menjadi juara di Liga 3 musim 2017 batal terjadi. Tim ini pun harus mengubur mimpinya agar promosi ke Liga 2, untuk bisa satu kasta dengan seniornya, Persis Solo.