PSIM Jogja Resmi Buka Official Store, Kini Tampak Lebih Cantik

Marketing PSIM Jogja, Fanny Irawatie. Foto: Febri Aldi

PSIM Jogja terus berbenah menyambut Liga 2 2019. Selain mendatangkan sederet pemain yang berkelas, klub berjuluk Laskar Mataram itu resmi membuka official store di Komplek Wisma Soeratin, Baciro, Yogyakarta, Rabu (24/4/2019).

Tampilannya pun jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya official store PSIM tampak seadanya dan kecil, kini para pecinta Laskar Mataram dimanjakan dengan ruangan yang lebih luas dan inferior yang dipercantik.

Menurut Marketing PSIM Jogja, Fanny Irawatie, pembenahan store ini dilakukan oleh jajaran manajemen demi menunjang kenyamanan pengunjung untuk berbelanja. Diharapkan pembenahan store tersebut bisa menaikkan minat untuk berbelanja merchandise resmi klub.

“Sekarang kan begitu pengunjung masuk, langsung lihat interior yang keren, ruangannya pun ditata bagus. Selain itu, kita juga sediakan fitting room ya, sehingga pengunjung bisa mencoba produk-produk yang akan dibelinya,” kata Fanny Irawatie.

Namun, barang-barang yang djual di official store PSIM belum terlalu lengkap. Sebagai awal, produk yang dijualnya baru sebatas t-shirt atau kaus. Namun, kaos tersebut bukan sembarangan, karena kaus itu dijual dalam edisi terbatas.

Baca Juga  Pernah Menang di Final Liga 2, Pelatih PSS Sleman: Semen Padang Kini Berbeda

T-shirt ini kami buat limited, hanya kami sediakan dengan jumlah 1929 saja, sesuai tahun kelahiran PSIM. Jadi, mereka yang beli produk ini sangat beruntung, karena setelah ini akan ganti tema lain,” ujar Fanny.

“Selanjutnya, dalam waktu dekat ya, produk-produk lain akan kami sediakan juga di store ini, seperti syal, jersey, topi, atau lainnya, seperti store klub-klub sepak bola pada umumnya,” tuturnya menambahkan.

Di sisi lain, official store di kawasan Wisma Soeratin ini hanya bersifat sementara. Menurut CEO PSIM, Bambang Susanto, pihak manajemen berencana membangun megastore yang berlokasi di komplek Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

“Olahraga ini bisa dipadukan dengan entertainment. Ya, kita ingin lingkungan di luar stadion pun hidup, ada mega store, cafe dan lainnya. Oleh sebab itu, kalau izin penggunaan stadion sudah ada, mega store ini kita realisasikan di sana,” kata Bambang Susanto.

“Kalau klub-klub luar negeri, hal semacam ini mungkin sudah menjadi kewajiban ya,” tegasnya menutup.

Febri Aldi