PSSI: Kita Hormati Sanksi dari FIFA

PSSI

JAKARTA – Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) harus legawa mendapati perayaan HUT mereka yang ke-88, ternyata mendapat surat dari FIFA yang hasilnya tak sesuai yang diharapkan.

PSSI menghormati keputusan FIFA yang memberi sanksi denda sebesar CHF 30.000 atau sekitar Rp 427 juta. PSSI mendapat sanksi dari FIFA karena dinilai melanggar pasal 64 dari Kode Disiplin FIFA terkait implementasi sanksi FIFA terhadap beberapa klub karena tunggakan gaji oleh klub-klub tersebut terhadap beberapa mantan pemain asingnya.

Terhitung sejak tengah tahun 2017, PSSI menangani setidaknya 30 sekitar 40 kasus serupa yang telah diadili di FIFA pada periode 2011-2015. Dalam hal ini PSSI berusaha mendampingi klub untuk terhindar dari hukuman. Banyak klub terhindar dari hukuman pengurangan poin, seperti PSM Makassar, Barito Putera, Persija Jakarta, dan Persiba Balikpapan.

Klub ini bisa bebas dari hukuman pengurangan poin karena klub memiliki kemampuan untuk membayar tunggakan gaji dan bernegosiasi dengan kuasa hukum pemain terkait, yang masing-masing dilakukan dengan asistensi dari PSSI.

Selanjutnya, PSSI akan meminta pertimbangan putusan atau Grounds of Decision ke FIFA sebelum mengkaji apakah diperlukan langkah untuk mengajukan banding terhadap putusan FIFA tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga; CAS.

“Sebagai anggota, kami menghormati keputusan FIFA. Hari ini kami langsung berkorespondensi dengan FIFA untuk meminta pertimbangan putusan. Kami perlu mengetahui secara pasti tentang pertimbangan FIFA dalam membuat keputusan ini.,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria yang dikutip dari situs resmi PSSI.

Enam klub masih dinilai bermasalah karena tidak mampu membayar denda dan akhirnya harus dihukum dengan pemotongan poin. Terkait dengan hal ini PSSI sudah menjalankan hukuman dengan memotong poin dua klub Liga 1 pada tahun 2017, yakni Persegres dan Madura United.

Sementara untuk klub Liga 2 dan Liga 3, PSSI baru berencana mengimplementasikan hukuman pada musim 2018. Baik itu Persiwa Wamena di Liga 2 maupun Persepam Madura dan Persik Kediri di Liga 3. Khusus untuk Persiwa, mereka terlibat dalam dua kasus.

Pertimbangan PSSI melakukan pemotongan poin pada musim 2018 karena skema kompetisi Liga 2 tahun lalu sangat kompleks (terdiri dari beberapa round babak yang masing-masing secara umum dilaksanakan dalam group stage) dan akan sangat mengganggu stabilitas kompetisi waktu itu.

Jadi solusinya ke-3 klub tersebut akan kurangi poinnya masing-masing pada awal musim 2018 di klasemen Liga dimana klub-klub tersebut bernaung (Persepam Madura dan Persik Kediri bermain di Liga 3 musim 2018).

“Soal implementasi pemotongan poin di awal musim 2018, sudah kita komunikasikan ke klub dan FIFA sebagai bukti komitmen kita menjalankan putusan tersebut. Sayangnya tidak ada respons lebih lanjut dari FIFA dan dilanjutkan pembahasannya di Disciplinary Committee hingga berujung pada diberikannya sanksi denda ini,” jelas Tisha.