Seberapa Pentingkah Cristian Gonzales untuk PSS Sleman?

Cristian Gonzales saat merumput di Stadion Maguwoharjo Sleman, beberapa waktu lalu. Foto : Richie Setiawan

SLEMAN – Nama Cristian Gonzales semakin jadi perbincangan. Salah satunya jelas lantaran saat ini dirinya semakin dekat untuk bisa berjersey PSS Sleman. Kepastiannya, jelas harus menunggu beberapa jam kedepan saat Super Elang Jawa akan mengadakan launching tim di Stadion Maguwoharjo Sleman, Sabtu malam (14/4/2018).

Usia pemain naturalisasi yang lahir di Uruguay ini memang sudah masuk di angka 41, usai yang cukup tua pastinya untuk menilai keeksisan pemain sepakbola.

Banyak pemain di usia tersebut sudah pensiun dan sedang berjuang menatap langkah untuk menjadi pelatih, namun Gonzales sepertinya belum mau melakukannya.

Gonzales sendiri dilahirkan pada tanggal 30 Agustus 1976, itu artinya dia lahir setelah PSS Sleman berusia 102 hari, yang mana Super Elang Jawa resmi berdiri pada tanggal 20 Mei 1976.

Bila bicara sisi keuntungan PSS Sleman merekrut dirinya, jelas sangat besar. Bahal hal positif yang akan dirasakan oleh para pemain, tim kepelatihan, manajemen, dan tentunya suporter. Target PSS untuk promosi ke Liga 2 ditambah juara Piala Indonesia akan jadi wakil Indonesia di Piala AFC semakin terbuka lebar.

Berikut analisis keuntungan hadirnya Gonzales di tim PSS Sleman:

 

BIKIN PRODUKTIVITAS GOL MENINGKAT

Rapor PSS Sleman musim lalu sebenarnya sempat memukau. Di babak penyisihan mereka sukes jadi juara grup 3 dengan raihan 11 kemenangan dan hanya dua kali kalah dari 14 laga. Sisi paling memukau di musim lalu jelas produktivitas golnya. PSS Sukses mencetak 27 gol, dan gawang PSS hanya kebobolan enam kali dari 14 laga tersebut.

PSS kala itu terbantu garangnya sang kapten, Dirga Lasut yang tengah produktif mencetak gol.

Sayang di babak 16 besar rapor mereka merosot. Bahkan PSS hanya bisa ada diposisi ketiga di bawah Persis Solo dan PSPS Riau yang sukses mendapat tiket menuju 8 besar. Di babak ini PSS hanya bisa meraih dua kali kemenangan dan dua kali seri dari 6 laga. Gawang merekapun kebobolan sembilan kali, dengan hanya bisa mencetak sembilan gol dari enam laga.

Produktivitas gol yang sedikit merosot inilah yang jadi catatan penting untuk di evaluasi.

Cristian Gonzales (kanan) saat merayakan golnya bersama Dendi Santoso dan Adam Alis saat berbaju Arema FC. Foto : Official PSSI

PERSAINGAN MEREBUT POSISI INTI SEMAKIN KETAT

Musim ini lini serang PSS Sleman sudah berubah. Beberapa pemain musim lalu berposisi striker sudha mendapat pelabuhan baru. Seperti Rizky Novriansyah (Persika Karawang), Chandra Waskito (Persis Solo) hingga Agi Pratama (Barito Putera).

Jauh sebelum nama Cristian Gonzales mencuat untuk mempertajam lini serang Super Elja, tim ini sudah memiliki pemain potensial yang dihadirkan.

Taufan Hidayat (Persebaya Surabaya), dan eks striker Semen Padang, PS TNI, PSMS Medan, Tambun Naibaho masih jadi pilihan utama saat ini .

Tapi pemain lainnya juga punya potensia yang besar untuk merebut posisi inti. Pemain senior I Made Wirahadi jelas tak boleh dikesampingkan. Musim lalu dirinya sukses membawa PSMS Medan menjadi runner up Liga 2 2017 dan kini sukses berlaga di Liga 1. sebelumnya dia cukup banyak bermain untuk klub besar di Liga Indonesia, seperti Persita Tangerang, Pelita Jaya, Persijap Jepara, Persiba Bantul, Perseru Serui, Persebaya Surabaya, Persiba Balikpapan, hingga Bali United.

Selain itu ada juga pemain muda Irkham Zahrul. Di persis musim lalu dirinya memang hanya mencetak satu gol, namun saat didatangkan dari Persibas Banyumas, dirinya sukses mencetak sembilan gol dengan tim ini di babaj penyisihan Liga 2 2017.

Cristian Gonzales jelas siap bersaing untuk merebut posisi inti. Jelas walau dia datang dengan label bintang, di PSS tak mengenal kata anak emas. Semua pemain jelas akan bersaing untuk merebut posisi inti.

Dengan bekal dirinya yang sempat bermain untuk banyak klub seperti PSM Makassar, Persik Kediri, Persib Bandung, Persisam Putra Samarinda, Arema FC, hingga Madura United, jelas Gonzales bisa jadi pemicu tak akan seretnya kran gol PSS musim ini.

Terlebih Gonzales mencatatkan diri sudah lima kali menyabet predikat pencetak gol terbanyak di kompetisi tertinggi di Liga Indonesia.

perwakilan Indofood dan manajemen PSS Sleman saat menggelar launching kerjasama. Foto; Official PSS Sleman.

NAIKKAN PENJUALAN JERSEY ORI

Animo suporter PSS Sleman untuk memberi jersey original keluaran Sembada yang jadi apparel resmi PSS Sleman beberapa musim terakhir memang sangat fantastik.

Kita jelas masih ingat kejadian dimusim 2015/2016 saat pihak apparel yang awalnya hanya menyediakan 800pcs, ternyata mereka yang datang lebih dari 1000 orang, dan terlihat sangat mengular di depan store Sembada yang berada di Seturan Sleman.

Budaya membeli jersey asli memang sudah ada di Sleman, terlihat cukup memalukkan memang jika mereka dengan bangganya menggunakan jersey KW.

Lalu apa keuntungan dengan hadirnya Cristian Gonzales di PSS, jelas secara langsung pasti penjualan jersey musim ini berkali-kali lipat dari apa yang mereka dapatkan di musim lalu.

Gonzales yang datang sebagai brand ambassador jelas membuat minat membeli jersey dengan namanya akan meningkat pastinya.

Koreo Brigata Curva Sud saat mendukung tim PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo.

TRIBUN STADION AKAN SELALU PENUH

Tribun Stadion Maguwoharjo yang bisa menampung 40 ribu orang lebih, jelas menjadi rumah bagi klub PSS Sleman. Euforia pertandingan PSS di kandangnya juga tak pernah sunyi senyap seperti kuburan.

Jika ingin merasakan pertandingan di luar negeri seperti apa, maka tak ada salahnya untuk datang ke Sleman dan melihat secara langsung seperti apa Brigata Curva Sud dan Slemania memotivasi pemainnya untuk memenangkan laga.

Pendapatan kotor tim ini juga cukup besar, rata-rata bisa mencapai Rp 500 juta.

Bahkan musim lalu panpel PSS sukses mendapatkan pendapatan cukup banyak dari hasil penjualan tiket pertandingan PSS di Liga 2 2017. Seperti  PSGC Ciamis (Rp 827 Juta), Persibangga Purbalingga (Rp 600 Juta), Persip Pekalongan (Rp 785 Juta) dan Cilegon United (Rp 830 Juta).

Hadirnya Gonzales jelas membuat animo suporter dan pendukung PSS lainnya untuk datang ke stadion secara langsung semakin besar.