Sempat Bela PSS Sleman, Ini Alasan Aditya Putra Dewa Terima Pinangan PSIM Jogja

Rifal Lastori dan Aditya Putra Dewa saat menciup piala gelar juara Liga 2 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (4/12/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

Eks pemain Bogor FC, Aditya Putra Dewa, telah resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar PSIM Jogja pada Sabtu (20/4/2019). Ia akan membela klub berjuluk Laskar Mataram itu selama di Liga 2 2019.

Aditya Putra Dewa bersyukur mendapat kesempatan untuk membela PSIM Jogja. Ia menilai klub asal daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut sebagai salah satu tim yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia.

Selain itu, PSIM juga memiliki suporter yang terbilang fanatik. Apa yang didapatnya saat ini pun diyakini sebagai sebuah rezeki dalam karier sepak bolanya.

“Alhamdulillah, saya ada kesempatan untuk bisa bergabung bersama salah satu tim yang mempunyai sejarah yang panjang, target ke liga 1, dan ke depan jadi lebih baik lagi,” kata Aditya Putra Dewa kepada KAMPIUN.ID, Sabtu (20/4/2019).

“Mereka mempunyai suporter yang sangat fanatik dan loyalitas. Mungkin ini rezeki saya dari Allah SWT,” imbuhnya.

Di sisi lain, keputusan ini terbilang ‘menarik’. Sebab, bek asal Makassar itu sebelumnya membela tim rival PSS Sleman selama di babak 8 besar Liga 2 2018 dan sukses mengantarkan menjadi juara.

Baca Juga  Komentar Raymond Tauntu soal Ban Kapten PSIM Jogja

Namun, Aditya Putra Dewa berharap semua orang bisa menghargai keputusan yang telah dirinya buat. Pasalnya, sebagai pesepak bola profesional, ia harus terus bekerja untuk menghidupi keluarga.

“Mungkin inilah dunia sepak bola. Saya berharap semua bisa menghargai keputusan setiap pemain karena mereka juga mempunyai anak, istri, dan keluarga,” ujar Aditya Putra Dewa.

“Mempunyai keluarga baru tanpa harus melupakan keluarga yang lama. PSS Sleman selalu punya tempat di hati saya sampai kapan pun, tapi saya harus melanjutkan hidup dan bekerja untuk keluarga saya,” lanjutnya.

Kini eks pemain Persepam Madura itu ingin fokus bersama PSIM Jogja di Liga 2 2019. Ia bertekad membantu mewujudkan ambisi Laskar Mataram promosi ke kastas tertinggi.

“Sekarang saya akan fokus dan bekerja keras memberikan yang terbaik untuk PSIM,” tutup pesepak bola yang dikenal dengan sepakan kiri mematikan tersebut.

Febri Aldi