Ada Penggerebekan Teroris di Sidoarjo, Begini Nasib Laga PSIR Lawan Cilegon United

PSIR Rembang. Grafis : Nofik Lukman Hakim

SIDOARJO – Densus 88 menggerebek dua lokasi berbeda di Sidoarjo. Yakni di Perumahan Puri Maharani, Sukodono dan di Desa Urangagung, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur guna mengejar pelaku bom di Surabaya.

Pengerebekan dilakukan pada Senin pagi, 14 Mei 2018, ini untuk mencari pelaku serangan bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu, 13 Mei 2018.

Penggerebekan di Urangagung, petugas menangkap beberapa orang dan menyita barang bukti berupa bom.

Sementara itu di Perumahan Puri Maharani, Sukodono, petugas juga melakukan sterilisasi  kelompok teroris.

Pada Minggu malam, 13 Mei 2018, terjadi ledakan di salah satu ruangan rumah susun Wonocolo Blok B lantai 5, Sidoarjo. Sedikitnya enam orang terkena ledakan, 3 diantaranya meninggal dunia

Rusun Wonocol, Taman, Sidoarjo dekat dengan perbatasan kota Surabaya berjarak sekitar 9 kilometer arah barat lokasi ledakan di tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi, 13 Mei 2018. bom di Surabaya yang menimpa tiga gereja, pagi tadi disusul ledakan bom di Markas Polrestabes Surabaya.

Dilain sisi adanya kasus terorisme di Sidoarjo dan Surabaya tak mengganggu wacana digelarnya laga lanjutan Liga 2 antara PSIR Rembang melawan Cilegon United di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (15/5/2018).

Seperti diketahui, PSIR mendapat sanksi larangan bermain di Stadion Krida Rembang, khusus saat mereka menjajal Cilegon United dengan status kandang.

Hal ini buntut dari kericuhan yang terjadi di Rembang saat PSIR kalah dari tamunya Semen Padang akhir April lalu.

Situasi ini membuat PSIR harus menjalani satu laga sebagai tim musafir dan larangan dihadiri penonton.

“Hingga saat ini masih lancar dan bisa digelar di Sidoarjo,” ucap Media Officer PSIR, Alham Rizki.

Jaladwara