Akankah Kembali ke Rumah Aslinya? Inilah Tinta Emas Persis Solo di Sriwedari

.

SOLO – Persis Solo tak bisa dipisahkan dengan yang namanya Stadion Sriwedari. Walau saat ini bukan lagi jadi homebase Persis Solo, dan untuk latihan di lokasi inipun tak bisa seenak hati.

Stadion Manahan yang jadi tuan rumah saat Persis Solo melakoni laga kandang,  terancam tak bisa digunakan untuk dua tahun kedepan.

Situasi ini lantaran Manahan akan direvitalisasi pada Juni mendatang, dan proses ini bisa memakan waktu hingga hampir 2 tahun.

Hal ini membuat Persis Solo terancam harus mencari lokasi kandang baru di Liga 2, dan nama Stadion Sriwedari jadi garda terdepan untuk jadi tuan rumah Persis ketika berstatus sebagai tim kandang di Liga 2 2018.

Persis Solo dan Sriwedari, tentu banyak kisah yang terjadi didalamnya. Puluhan tahun Persis melakoni satu laga ke laga berikutnya di stadion yang sudah resmi berdiri sejak tahun 1933 tersebut.

Berikut sedikit catatan tinta emas Persis Solo saat berkandang di Stadion Sriwedari:

7 KALI JUARA PERSERIKATAN

Tak bisa dipungkiri, bayan-bayang kejayaan di masa Perserikatan tak bisa dilepaskan dari sosok Persis Solo. Persis tercatat menjadi juara Perserikatan sebanyak tujuh kali, seluruhnya terjadi sebelum Indonesia merdeka.

Yakni Persis Solo menjadi juara kompetisi PSSI di tahun 1935, 1936, 1939, 1940, 1940, 1941, 1942, dan 1943.

Bahkan saat menjadi juara di musim 1940, diraih di Sriwedari. Yakni saat menang atas VIJ yang kini dikenal dengan nama Persija jakarta 4-2, dan menang atas PSIM jogja 4-2

Bahkan sebagain besar pemain Persis Solo yang bergabung dengan klub Solo, ikut membawa kontingen Solo menjadi juara di PON pertama di tahun 1948 di Sriwedari

LAHIRNYA PARA LEGENDA

Pernah dengar nama Maladi, Jazid, Sidhi hingga Soemarjo yang akrab disapa Kingkong, mereka adalah legenda sepakbola Indonesia, bahkan menjadi kakuatan hebat Persis saat menjadi jawara Perserikatan.

Di era setelah merdeka, ada nama seperti Yudo Hadianto, Didik Darmadi, hingga Agung Setyobudi yang lahir dari pembinaan klub lokal di Solo. Dan ketiganya sempat mencicipi seragam Timnas. Belum lagi pemain Mitra Kukar, Anindito Wahyu Erminanto yang lahir dari tim Persis U-23.

LANGGANAN UJI COBA KLUB LUAR NEGERI

Jawara Liga Malaysia saat ini, Johor ternyata tercatat sebagai klub luar negeri terakhir yang bertanding melawan Persis Solo di Sriwedari. Kejadian ini terjadi di tahun 1994. hebatnya lagi Persis berhasil menang dengan skor 3-2.

Pemain Persis Solo saat melawan Johor adalah Yanis Budi Ucok, Totok Supriyanto, Triyanto, hingga Ratmoko.

Selain melawan Johor, ternyata Persis sempat menjajal kekuatan banyak klub luar negeri di Sriwedari. Dua klub asal Austria yakni Grazer SC (1934), dan Wiener SC (1938).

Bahkan klub Austria lainnya yakni Sportverein (SV) Austria Salzburg sempat bertanding di Sriwedari pada 1 Juli 1955, namun kala itu tim ini melawan PSSI Muda dan menang dengan skor 6-2.