Akankah Vivi Asrizal Lengkapi Amunisi PSIM Jogja?

Sepakan keras Vivi Asrizal akhirnya membuka keunggulan Persiraja Banda Aceh atas Persik Kendal di Stadion Utama Kebondalem, Kendal, Senin (!5/10/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

Vivi Asrizal menjadi salah satu pemain yang berpeluang gabung PSIM Jogja. Dengan modal kelincahan dan insting gol yang bagus, Vivi layak melengkapi skuat “Los Galacticos Liga 2” besutan Vladimir Vujovic.

Vivi Asrizal merupakan winger yang tiga tahun terakhir berseragam Persiraja Banda Aceh. Musim lalu, Vivi jadi mesin gol Persiraja. Dia mencetak 15 gol di Liga 2 2018. Performa ciamik itu membuat Bogor FC mengikatnya dengan durasi kontrak semusim.

Hanya saja, skuat Bogor FC kemudian hengkang satu per satu. Tim pelatih pun sekarang sudah jadi bagian PSIM Jogja.

Hanya Vivi saja yang berstatus pemain bintang, namun masih bertahan di Bogor FC. Kondisi ini pun memunculkan isu bahwa Vivi akan mengikuti jejak Ichsan Pratama dan kawan-kawan.

Namun ternyata, masih ada hal lain yang membuat Vivi “kemungkinan” belum gabung PSIM. Vivi masih fokus memulihkan kondisinya.

Dia menjalani terapi untuk menyembuhkan cedera lutut. Cedera ini didapatnya saat Persiraja menghadapi PSS Sleman pada babak 8 besar Liga 2 2018 lalu.

“Saat ini masih terapi penyembuhan cedera di Jakarta. Untuk cedera meniscus sudah sembuh, sekarang tinggal memulihkan ACL,” terang Vivi Asrizal kepada KAMPIUN.ID

Vivi belum berpikir apakah kedepan tetap membela Bogor FC atau mengikuti jejak rekannya ke PSIM Jogja. Winger berusia 24 tahun ini pilih fokus memulihkan cederanya, agar bisa tampil maksimal lagi.

“Status saya masih pemain Bogor FC. Sekarang fokus menyembuhkan cedera dulu,” tuturnya.

Chief Executive Officer (CEO) PSIM Jogja, Bambang Susanto mengatakan, ada peluang timnya menambah satu atau dua pemain lagi.

Yoga Pratama menjadi salah satu pemain yang berpeluang melengkapi skuat Vladimir Vujovic. Sejak awal, dia termasuk pemain yang dipertahankan. Namun karena masih fokus kuliah di Jogja, Yoga belum gabung pemusatan latihan di Bogor.

“Masih ada satu sampai dua slot. Kami masih menunggu Yoga, prinsipnya welcome, tinggal kembali ke Yoga lagi. Dia harus bisa membuktikan, apalagi rekan-rekannya sudah latihan duluan,” ucap Bambang.

Nofik Lukman Hakim