Analisa Yoyok Sukawi, Faktor Ini yang Buat PSIS Semarang Jadi Juru Kunci

Para penggawa PSIS Semarang saat merayakan gol ke gawang Persela Lamongan pada lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (7/5/2018). Foto : Richie Setiawan

SEMARANG – PSIS dihantam problem mental hebat usai menelan tiga kekalahan beruntun di pentas Liga 1 2018. Terbaru, tim berjulukan Laskar Mahesa Jenar itu dihajar Sriwijaya FC, empat gol tanpa balas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (22/5/2018) malam.

Ada di posisi juru kunci klasemen jelas membuat PSIS terancam terdegradasi musim ini.

“Mental para pemain masih menjadi masalah yang cukup berat, terutama saat kondisi tertekan atau tertinggal. Mereka langsung drop begitu lawan mencetak gol sehingga permainan menjadi buyar,” ucap CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya yang dikutip dari situs resmi Liga Indonesia

Yoyok, panggilan akrabnya, melihat berdasarkan permainan di tiga pertandingan terakhir. Saat melawan Sriwijaya FC misalnya, empat gol tuan rumah terjadi hanya dalam tempo 15 menit di pertengahan babak kedua. Padahal PSIS sebelumnya tampil disiplin dan rapat di babak pertama.

Pun demikian saat tumbang dari PS Tira di kandang sendiri. Menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, PSIS justru kecolongan lewat brace Aleksandar Rakic di babak kedua.

“Ini seperti masalah yang menyambung. Berawal dari banyaknya peluang yang gagal menjadi gol, lalu berbuntut pada hilangnya konsentrasi pemain. Kami sesegera mungkin menyelesaian masalah mental bertanding yang menjadi pekerjaan rumah utama,” tegas Yoyok.

Kekalahan dari Sriwijaya FC kembali membuat PSIS berada di peringkat ke-18 alias posisi juru kunci. Posisi ini pernah dihuni PSIS saat mereka kalah dari Perseru Serui dengan skor 0-1 di pekan keenam lalu.