PSPS Riau Mulai Bergerak Untuk Persiapan Menuju Liga 2

koreo suporter PSPS Riau, Asykar Theking.

PSPS Riau akhirnya memberi sinyal siap untuk bangkit kembali. Menjadi peserta Liga 2 2019, ternyata PSPS jadi salah satu klub yang belum memulai langkah untuk membentuk tim.

Padahal kompetisi ini akan dimulai sebulan lagi, tepatnya kick off akan dimulai pada 15 juni mendatang.

Salah satu yang jadi perbincangan publik ternyata bukan lambatnya manajemen tim ini memulai pembentukan tim maupun menunjuk head coach-nya.

Kasus belum dibayarkannya gaji pemain musim lalu, jadi perbincangkan. Banyak pihak berharap sebelum PSPS memulai kompetisi, mereka sebisa mungkin harus mau untuk membayar gaji pemain yang masih tetunggak.

Skuad PSPS Riau saat melawan Persis Solo di Stadion Manahan Solo, beberapa waktu lalu. Foto : Nofik Lukman Hakim

Terkait persiapan menuju Liga 2 dan penanggulangan semua permasalahan yang terjadi, Manajemen PSPS memberikan solusi dan pergerakannya. Inilah pernyataan pernyataan resmi PSPS:

 

Pasca pertemuan antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Manajemen PSPS dan kelompok suporter Curva Nord pada 30 April 2019 lalu.

Mulai terlihat ada jalan keluar dari persoalan tunggakan dan hutang yang melilit tim PSPS pasca menjalani Liga 2 2018 beberapa waktu lalu. Kini Manajemen sudah bergerak mengajukan proposal untuk mendapatkan suntikan dana yang akan dialokasikan untuk menyelesaikan tunggakan dan hutang serta persiapan untuk mengarungi kompetisi 2019.

Beberapa perusahaan yang dituju antara lain adalah RAPP, Indah Kiat, PTPN V, Bumi Siak Pusako, Surya Dumai Group, Bank Riau Kepri.

Saat ini besar harapan banyak pihak agar Perusahaan-perusahaan besar yag berada di Riau ini mau membuktikan support nyatanya untuk satu-satunya klub asal Riau yang bermain di kasta kompetisi profesional tanah air.

Kompetisi Liga 2 2019 sendiri sudah dipastikan oleh PT. LIB akan dimulai pada 15 Juni 2019 hingga 7 Desember 2019.

Saat ini memang sudah beredar pembagian klub yang akan masuk Wilayah Barat dan Wilayah Timur.

Namun semua akan jelas dibahas di Manager Meeting. Termasuk beberapa peta klub yang ramai diberitakan merger/pindah daerah. Tentu itu menyangkut nama dan logo klub serta pembagian wilayah nantinya. Jadi kita tunggu informasi kapan Manager Meeting Liga 2 2019 ini akan dihelat oleh operator.

Setelah mulai ada jalan dan harapan. Tanpa berlama-lama Manajemen pun mulai bergerak juga menatap musim 2019 sembari tidak melupakan persoalan yang ada dibelakang.

Dan kemarin langsung mengurus perizinan penggunakan Stadion Kaharudin Nasution dan Wisma Atlet untuk persiapan musim ini. Setelah mendapat lampu hijau dari otoritas yaitu Dispora Provinsi Riau, makan diputuskan BESOK SELASA 14 Mei 2019 akan digelar Latihan Perdana di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai pukul 16.00 WIB.

Saat ini PSPS sudah menunjuk Raja Faisal eks Head Coach Persih Tembilahan untuk menjadi Asisten Pelatih PSPS musim ini. Raja Faisal sendiri sudah memenuhi kualifikasi standar Liga 2 dimana syarat Asisten Pelatih ialah berlisensi minimal C AFC/C PSSI 2019. Raja Faisal saat ini mengantongi lisensi B AFC.

Latihan Perdana besok selain akan mulai diikuti beberapa pemain musim lalu yang masih menyatakan siap memperkuat PSPS juga rencananya terbuka kesempatan bagi pemain lokal asal Pekanbaru dan Riau untuk mencoba kemampuannya berbaju PSPS musim ini.

Hal ini sudah menjadi kesepakatan antara Manajemen dan Asisten Pelatih. Namun, Raja Faisal mengatakan untuk saat ini dirinya yang ditunjuk sebagai Asisten Pelatih bukan memenuhi kapasitas untuk melakukan Seleksi seperti memilih atau mencoret pemain.

Karena itu nantinya adalah otoritas Pelatih Kepala masih dalam tahap negosiasi. Namun dirinya sangat membuka kesempatan buat anak-anak Lokal Pekanbaru dan Riau yang mau ikut bergabung di Latihan Perdana besok dan siap bersaing membuktikan kapasitasnya.

Wah kesempatan bagus ini, karena terakhir kali PSPS membuka kesempatan seleksi terbuka ialah saat musim 2016