Inilah Rapor PSIM Saat Melawan Klub Asal Papua

Ribuan Brajamusti saat menyanyikan anthem Aku Yakin Dengan Kamu (AYDK) bersama para penggawa PSIM Jogja usai pertandingan. Foto : Richie Setiawan

JOGJA – PSIM Jogja saat ini benar-benar tengah berjuang cukup berat untuk bisa bertahan di Liga 2. Tim berjuluk Laskar Mataram tersebut terkendala devisit poin (-9 poin) di awal tergabung di grup timur Liga 2 2018.

Kenyataan itu memang bermuara dari sanksi FIFA terkait tunggakan gaji pemain asing PSIM beberapa tahun lalu. Dengan pengurangan 9 poin.

PSIM akhirnya sukses menahan seri PSBS Biak dengan skor 0-0 di Stadion Cenderawasih Biak. Pertaruhan besar untuk bisa memenangkan poin penuh di Biak jelas tak mudah, mengingat tim lawan diisi pemain yang cukup potensial.

Musim ini PSIM akan satu grup dengan dua klub Papua. Selain PSBS Biak, ada lagi klub asal Papua lainnya, yakni Persiwa Wamena. Tim Persiwa musim ini memutuskan marger dengan PPLM, dan berhomebase di Depok.

Berikut statistik rapor PSIM saat melawan klub-klub dari Papua beberapa tahun lalu:

Logo Persiwa Wamena. Grafis : Jaladwara

PERSIWA WAMENA

Klub Persiwa Wamena akan satu grup dengan PSIM di musim ini. Ini bukan kali pertama kedua tim akan bertemu, di musim 2007, PSIM juga sempat satu grup dengan Persiwa di kasta tertinggi kala itu.

Musim ini Persiwa berkekuatan pemain dari PPLM, yang sebelumnya sempat bergabung dengan bendera Blitar United di pramusim 2018.

Persiwa sukses meraih dua kali kemenangan di Liga 2 2018. ini jadi peringatan besar buat PSIM musim ini tentunya saat kedua tim akan bertemua.

Di tahun 2007, PSIM juga kalah dua kali melawan tim ini. Yakni 0-3 di laga tandang, dan 0-1 di kandang sendiri.

PERSEMAN MANOKWARI

Divisi Utama 2014 silam PSIM dan Perseman Manokwari, berada di satu grup yang sama. Kalah di laga tandang yang digelar Lapangan Sanggeng, Kota Manokwari, Papua Barat 1-2, PSIM akhirnya bisa membalasnya di Stadion Mandala Krida dengan skor 2-0

Catatan ini jelas lebih baik ketimbang di musim 2009/2010. di mana kala itu PSIM ditahan seri 0-0 di Jogja, dan kalah 0-2 di kandang Perseman.

Di musim 2008, Perseman Manokwari juga masih di grup yang sama dengan PSIM. Di musim ini kedua tim saling balas keunggulan dengan skor yg sama yakni 2-0, baik di Manokwari, maupun di Jogja.

Saat terakhir kali PSIM berada di kasta tertinggi pun Laskar Mataram masuk satu grup yang sama dengan Perseman Manokwari, yakni di kompetisi Divisi Utama 2007. Saat itu Perseman menang lebih dulu di kandangnya 2-4, sebelum akhirnya di putaran kedua PSIM membalasnya dengan unggul 2-0 kala itu.

PERSIRAM RAJA AMPAT

Titus Bonai benar-benar jadi momok gawang PSIM saat tim ini bertemu dengan klub asal Papua, Persiram Raja Ampat di musim 2010/11. Saat bermain di kandang sendiri, PSIM kalah 1-4 dari Persiram. Sempat unggul cepat di menit ke-4’, lewat gol Santoso 4.

PSIM ternyata gagal menuntaskan pertandingan dengan kemenangan, karean tim lawan bisa membalas empat gol balasan, yakni lewat kaki Marthen Tao (45’), Titus Jhon Londouw Bonai (64’), Ahmad Amiruddin (66’), dan Sander Y Moyo Malibela (85;).

Sementara itu di putaran kedua, Persiram kembali menang atas PSIM dengan skor 2-1. dua gol Persiram dilaga ini dicetak oleh Titus Jhon Londouw Bonai di menit ke-13’, dan 24’. Sementara PSIM hanya bisa membalas lewat gol Santoso (59’).

Di musim 2009/2010, PSIM juga satu grup dengan klub Persiram Raja Ampat. Kala itu PSIM kalah dua kali, yakni 1-2 di kandang, dan 1-4 di laga tandang. Tim ini cukup hampir selangkah lagi promosi ke ISL kala itu, Persiram hanya bisa menjadi juara keempat di akhir turnamen.

Tiket terakhir ke ISL melayang setelah Persiram kalah dari Semen Padang 0-1 dalam perebutan tempat ketiga.

Logo Persipura. Grafis : Jaladwara

PERSIPURA JAYAPURA

Mimpi menuju kasta tertinggi memang sangat diharapkan oleh klub PSIM, khususnya jelas para pendukung fanatiknya. Terakhir PSIM berada di kasta tertinggi, terjadi di Divisi Utama 2007 silam. Itu artinya kejadian tersebut terjadi 11 tahun silam.

Bicara klub Papua, mungkin yang paling kosisten di kasta tertinggi adalah kluh Persipura Jayapura. Di musim 2007 ini juga PSIM sempat satu grup dengan klub ini.

Mental juara memang diperlihatkan oleh Persipura. Sempat dibuat kecewa karena di tahan seri PSIM 1-1 di kandangnya, Persipura akhirnya membalas di putaran kedua. PSIM terpaksa harus merasakan kekalahan 0-2 di laga ini.

Di Divisi Utama 2000, kedua tim juga bertemu. Di kandang PSIM, Persipura sukses menahan seri 1-1 tuan rumah, sayang di kandangnya Persipura berhasil menang dengan skor 3-0 atas PSIM.

Lima tahun kemudian, tepatnya di Divisi Utama 1995 juga PSIM satu grup dengan Persipura. Seri 2-2 di Jogja, PSIM ternyata haus mengakui Persipura di kandangnya, yang kala itu Persipura menang tipis 1-0 atas PSIM.

PSIM dan Persebaya ternyata sempat bertemu di kompetisi kasta kedua. Itu terjadi di musim Divisi I 1991 yang dipusatkan di Stadion Mandala Krida. Dipertemuan pertama (29/1/101991), PSIM menang 1-0 lewat gol tunggal  Wahyu Wibowo (19’).

Sayang dipertemuan kedua PSIM ditahan seri Persipura dengan skor 1-1. walau begitu PSIM berhasil jadi juara grup kala itu. Bahkan di akhir musim berhasil promosi ke kasta tertinggi Perserikatan, usai finis sebagai juara kedua Divisi I 1991/1992.

PERSIDAFON DAFONSORO

Klub ini sempat berjaya beberapa tahun yang lalu, bahkan ditahun 2013 klub in sempat mencicipi kasta tertinggi ISL.

PSIM dan Persidafon sendiri sempat bertemu di kompetisi resmi yang diikuti, tepatnya di babak 6 besar Divisi I 1991. Dalam pertandingan memperebutkan tiket ke babak semifinal tersebut, PSIM sukses menang atas Persidafon dengan skor 2-0. Dua gol PSIM dicetak oleh Widadi Karyadi di menit ke-35’, dan 78’.

PERSISS SORONG

Klub ini memang kalah tenar saat ini jika dibandingkan oleh Persipura Jayapura, maupun Persiwa Wamena. Walau begitu di kotanya, klub ini ternyata masih memiliki dukungan penuh.

PSIM sendiri sempat tiga kali bertemu dengan tim ini di dekade 1980an. Di babak 6 besar Divisi 1 musim 1989/1990, dua gol PSIM yang dicetak oleh Budiaman Al Faady (35’), Sutrsino (85pen), membawa PSIM menang 2-1 atas Persiss Sorong. Sayang di turnamen ini PSIM gagal promosi karena kalah di babak semifinal dari Persema lewat adu penalti.

Di musim Divisi 1 1985, PSIM juga bertemu dengan Persiss. Di pertemuan pertama di Stadion Mandala Krida PSIM kalah 0-1. PSIM akhirnya membalasnya di pertemuan kedua di Stadion Wregu Wetan, Kudus, dengan hasil akhir 3-0.

Jaladwara