Ini Program Cilegon United Pada Jeda Kompetisi Liga 2 2018

Cilegon United. Desain: Jaladwara

CILEGON – Pelatih Cilegon United Imam Riyadi siap merancang program yang bertujuan menguatkan chemistry antarpemain.

Dirinya mengakui banyak kesalahan dibuat pemainnya sendiri, khususnya pada kebobolan yang sempat mereka rasakan pada laga lanjutan Liga 2.

Dirinya menilai kekalahan pertama cukup telak 0-4 dari Persika Karawang, itu karena pemainnya bermain kurang berkomunikasi dengan rekan-rekannya.

Karena banyak kesalahan mendasar saat mengawal ketat pergerakan lawan.
Setelah itu dua hasil seri 0-0 mereka rasakan di pekan kedua dan ketiga juga menunjukkan progres membaik dalam diri tim ini.

Mulai lawan Persita Tangerang di Stadion Singaperbangsa, dan Persibat Batang di Stadion Krakatau Steel. Cilegon United akhirnya bisa meraih kemenangan perdananya di Cilegon, yakni saat melawan Persik Kendal (3-2) dipekan keempat.

“Pas seri lawan Persita dan Persibat, permainan pemain saya lihat sangat bagus saat menekan lawan. Namun ada sedikit penurunan saat kita menang dari Persik dari sisi permainan. Bahkan kita sempat tertinggal gol lebih dulu dari lawan, dan sepanjang laga kita cukup banyak ditekan lawan,” terang Pelatih Cilegon United, Imam Riyadi kepada KAMPIUN.ID

Sebelum jeda kompetisi dijalani, Cilegon United berhasil menahan seri PSIR Rembang 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.  Program di jeda kompetisi ini, manajemen Cilegon United memberlakukan libur latihan untuk para pemain.

“Setelah nanti berkumpul lagi, mungkin saya ingin ada program yang sifatnya membangun chemistry. Jadi tak ada program latihan super berat, bisa saja kami melakukan program di luar lapangan yang harapannya bisa membuat pemain bisa hapal karakteristik rekannya, termasuk saat bermain di lapangan nanti,” tuturnya.

“Membangun tim ini dengan sebagian besar adalah pemain baru, tentu tak mudah untuk membangun komunikasi yang lancar di lapangan. Tapi dengan seiring waktu saya yakin chemistry mereka akan semakin kuat di lapangan,” terangnya.