Kapten Arema FC Ungkap Biang Kerusuhan Suporter di Stadion Maguwoharjo

Kapten Arema FC, Hamka Hamzah, turut buka suara terkait kerusuhan suporter yang terjadi pada laga perdana Liga 1 2019, saat timnya menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5/2019).

Seperti diketahui, ada kerisuhan antar suporter sesaat setelah Sylvano Comvalius mencetak gol ke gawang PSS Sleman pada menit ke-30. Gol itu merupakan penyama kedudukan setelah Singo Edan sempat tertinggal oleh tuan rumah lewat gol Brian Ferreira.

Insiden itu memaksa wasit menghentikan pertadingan karena benda-benda keras mulai merembet jatuh ke lapangan. Setelah setengah jam ditunda, laga tersebut akhirnya dilaksanakan kembali.

Kerusuhan itu pun membuat banyak pihak saling tuding di media sosial mengenai siapa yang bersalah. Namun, Hamka Hamzah menegaskan bahwa suporter Arema FC dan PSS Sleman tidak bisa disalahkan, tetapi ada oknum provokator yang membuat situasi memburuk.

View this post on Instagram

Saya Akan Katakan Benar jika memang itu Benar Saya akan katakan salah jika itu salah Teman2 Aremania Sudah saya berikan Himbauan agar tidak membalas lemparan,Tapi masih saja Provokator2 melempari Tribun aremania/nita sampai2 Provokator masuk ke areah vip bawah untuk melempar ke atas…Karna Tanggung jawab saya Sebagai kapten arema juga Wajib menenangkan Suporter saya..dan Untuk kapten PSS JUGA WAJIB MENENANGkan suporter mereka…..semua mata bisa melihat di Stadion Maguwoharjo…bahwa sanya yg Memprovokasi hanya bagian2 ujung bawah kiri kanan…saya melihat Sebagian banyak dari SELEMANIA DAN JUGA BCS Hanya fokus bernyanyi… TDK ADA TIM TAMU DENGAN JUMLAH SEDIKIT INGIN MENCARI GARA2 di Rumah/Kandang tuan rumah…bahkan korban bukan hanya dari kedua suporter Tetapi Penonton umum pun kena imbasnya…hilangkan provokator2 suporter dari dunia sepakbola. Teruntuk pesan saya buat Aremania/nita tetaplah solid dan selalu mendukung Tim kesayangan dengan kreativitas walaupun banyak Halangan Dan Rintangan. Salam Sepakbola Salam perdamaian Sudahi lah semua bentuk anarkis di dunia sepakbola Karena Sepakbola adalah hiburan kita semua Jangan lagi ada saling menyalahkan YANG SALAH ADALAH PROVOKATOR#23

A post shared by Hamkahamzah23 (@hamka23hamzah) on

“Saya akan katakan benar jika memang itu benar, saya akan katakan salah jika itu salah. Teman-teman Aremania sudah saya berikan imbauan agar tidak membalas lemparan, tapi masih saja provokator-provokator tetap melempari tribun Aremania/nita sampai-sampai provokator tersebut masuk ke area VIP bawah untuk melempar ke atas,” tulis Hamka dalam akun Instagramnya.

“Karena tanggung jawab saya sebagai kapten Arema, saya juga wajib menenangkan suporter saya, dan untuk kapten PSS juga wajib menenangkan suporter mereka. Semua mata bisa melihat di Stadion Maguwoharjo, bahwasanya yang memprovokasi hanya bagian-bagian ujung bawah kiri dan kanan. Saya melihat sebagian besar dari Slemania dan juga BCS hanya fokus bernyanyi,” lanjutnya.

“Tidak ada tim tamu dengan jumlah sedikit ingin mencari gara-gara di rumah/kandang tuan rumah, bahkan korban bukan hanya dari kedua suporter tetapi penonton umum pun kena imbasnya. Hilangkan provokator-provokator suporter dari dunia sepak bola. Teruntuk pesan saya buat Aremania/nita tetaplah solid dan selalu mendukung tim kesayangan dengan kreativitas walaupun banyak halangan dan rintangan,” tutup mantan bek andalan Timnas Indonesia itu.

Pada pertandingan itu pun, Arema FC harus mengakui kekalahan 1-3 setelah PSS Sleman mencetak dua gol tambahan di babak kedua. Dua gol tersebut dicetak oleh striker asing Yevhen Bhokashvili dan pemain pengganti Rangga Muslim.

Febri Aldi