Keamanan PSS Sleman Vs Semen Padang Diperketat, Ini Penjelasan Panpel

Ketua Panpel PSS SLemn, Tri Mulyanto. Foto: Febri Aldi

Panpel PSS Sleman tidak ingin kerusuhan suporter kembali terjadi pada pertandingan kedua Liga 1 2019, dengan menjamu Semen Padang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (25/5/2019) malam WIB. Beberapa perubahan pun dilakukan.

Salah satunya adalah memperketat pengaman di area suporter. Jumlah personel keamanan mengalami tambahan 150 orang, dari 650 menjadi 800 orang yang terdiri dari Polri dan TNI. Selain itu, nantinya juga ada match steward yang disiapkan.

“Kami dari Panpel 100 persen sudah siap, dari perizinan keamanan juga sudah beres. Ada tambahan personel keamanan menjadi 800 anggota dengan pengamanan tiga lapis. Berkaca dari laga sebelumnya, kali ini harus betul-betul ketat,” kata Ketua panpel PSS Sleman, Tri Mulyanto, Jumat (24/5/2019).

“Meski lawannya Semen Padang, kami tidak boleh kecolongan lagi. Harus diperketat, termasuk mengerahkan 30 match steward demi menjaga keamanan pertandingan. Suporter tamu sesuai koordinasi ada 70 orang yang seperti biasa ditempatkan di tribune barat atas,” imbuhnya.

Walau sedang menjalani hukuman pengosongan tribun selatan dalam empat pertandingan, pihak panpel tetap menyediakan tiket dalam jumlah besar dalam pertandingan menghadapi Semen Padang, yakni sekitar 25 ribu.

Baca Juga  Alasan Pelatih PSCS Cilacap Pilih Kalteng Putra sebagai Lawan Uji Coba

Jumlah tersebut tentu demi mengakomodasi pendukung fanatik PSS Sleman, yakni Brigata Curva Sud (BCS). Sebab, walau tribune selatan dikosongkan, mereka tetap diizinkan memberikan dukungan ke Stadion Maguwoharjo, Sleman.

“Hampir 26 ribu lembar tiket kami cetak. Kami dari panpel memberikan solusi untuk teman BCS, terkait sanksi. Teman-teman BCS bisa ke tribune merah dan biru karena selatan sudah resmi ditutup, sambil menunggu hasil dari komdis,” tegasn Tri Mulyanto.

Febri Aldi