Kekhawatiran Pelatih PSS Sleman Jelang Liga 1 2019

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro saat mengamati permainan timnya. Foto : Richie Setiawan

PSS Sleman tidak lama lagi akan menjalani debut di Liga 1 2019. Pada laga perdana, mereka akan menghadapi Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5/2019). Pertandingan itu juga didapuk sebagai laga pembuka.

Namun, H-7 pertandingan, masih ada beberapa hal yang menjadi kekhawatiran pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. Salah satunya ialah terkait kondisi kebugaran pemain selama di Bulan Ramadan.

Ia khawatir fisik anak asuhnya tidak siap karena belum terbiasa bertandingan pada malam hari di Bulan Ramadan. Sebab, pada musim lalu PSS Sleman tidak merasakan bertanding di Bulan Ramadan karena Liga 2 2018 libur.

Sementara skuat PSS Sleman saat ini tak sedikit yang berisikan pemain jebolan Liga 2 2018. Sebut saja seperti Bagus Nirwanto, Arsyaq Gufron Ramadhan, Ikhwan Ciptady, Rangga Muslim, Ega Rizky Pramana, Haris Tuharea, Ricky Kambuaya, Derry Rachman Noor, Kushedya Hari Yudho, Irkham Zahrul Milla, Wahyu Sukarta, hingga Dave Mustaine.

Pelatih berlisensi AFC Pro itu pun berharap anak asuhnya yang belum terbiasa bertandingan di Bulan Ramadan nantinya bisa lebih cepat untuk beradaptasi.

“Sebenarnya kita cuma latihan maintenance, jaga kekompakan, jaga fisik, sentuhannya. Cuma kan ada beberapa kendala di sini, mungkin juga semua tim, kita dulu di Liga 2 kan puasa libur, tapi ini puasa tetap jalan,” kata Seto Nurdiyantoro setelah memimpin latihan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (7/5/2019).

“Pastinya ada beberapa pemain yang sudah terbiasa, ada beberapa yang butuh adaptasi. Itu yang kita antisipasi di sana. Mudah-mudahan semua bisa mempersiapkan dengan baik,” imbuhnya.

Sebelum menghadapi Arema FC pada laga pembuka Liga 1 2019, para pemain PSS Sleman akan menjajal kekuatan Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (9/5/2019). Selain menjadi ajang untuk mengukur kemampuan, laga itu juga bisa dimanfaatkan Seto Nurdiyantoro untuk melihat kesiapan kondisi fisik pasukan Super Elang Jawa.

Febri Aldi