Kenang-Kenangan Terakhir Arseto di Solo Terancam Sirna

Salah satu lorong bagian bangunan Mes Arseto Solo. Foto : Nofik Lukman Hakim

SOLO – Kawasan bekas mes Arseto di daerah Kadipolo belum lama ini jadi buah bibir masyarakat Solo. Hal ini lantaran muncul berita yang menggungkapkan bahwa lokasi yang dulu digunakan sebagai bekas rumah sakit (RS) Kadipolo di Kelurahan Panularan, Lawetan tersebut hendak dijual.

Beberapa waktu lalu, nama rumah sakit ini kembali mencuat lewat sebuah gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Solo yang diajukan PT. Sekar Wijaya, pemilik lahan bekas rumah sakit tersebut saat ini.

PT Sekar Wijaya menggugat tiga anggota keluarga mantan Presiden Soeharto (keluarga Cendana) karena memperjualbelikan bangunan yang diketahui merupakan cagar budaya.

Situasi ini jelas jadi keprihatinan, mengingat bekas rumah sakit yang sejak tahun 1980an hingga 1998 ini adalah bekas mes Arseto. kKub sepakbola yang sempat diidolakan banyak masyarakat Solo di masa kejayaannya.

”Saya belum dikabari langsung oleh pimpinan di Jakarta, bangunan ini (bekas mes Arseto dan Lapangan Kadipolo) akan diapakan. Yang pasti kabar yang muncul di luar lapangan, saya tidak tahu. Dulu memang sempat dengar kabar mau dibuat perumahan, tapi sepertinya batal,” beber pengelola bekas mes Arseto, Chaidir Ramli.

Bangunan bagian belakang bekas Mes Arseto. Foto : Nofik Lukman Hakim

Soal masa depan sisa kejayaan Arseto kedepannya akan dibuat seperti apa, atau akan tetap dibiarkan mangkrak seperti saat ini yang menyerupai bangunan rumah hantu, mantan sekretaris Arseto tersebut tidak bisa berbicara banyak.

”Setelah Arseto bubar (1998), bangunan disini memang dibiarkan tidak terurus. Walau begitu lapangannya masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk berolahraga. Kejuaraan internal Persis juga masih menggunakan lapangan ini,” tuturnya yang menjadi bagian Arseto saat masih bermarkas di Jakarta tahun 1980an awal tersebut.

Arseto sendiri pertama kali bermarkas di Solo tahun 1984. klub milik putra Presiden kedua RI Soeharto, Sigid Harjoduyanto, ini resmi dibubarkan berbarengan dengan kerusuhan Mei 1998.

kondisi bekas mes Arseto Solo. Foto: Nofik Lukman

Sederet pemain Timnas Indonesia yang pernah menjadi bagian penting klub Arseto, sempat menghini mes Arseto. Mulai dari Sudirman, Ricky Yacob, Eddy Harto, Nasrul Koto, Eduard Tjong, Rochy Putiray, Miro Baldo Bento, I Komang Putra, Agung Setyabudi, hingga Benny Van Breukelen.

Sementara itu merujuk surat dari Kemendikbud Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng Nomor 1999/E19/KB/2017, lokasi bekas RS Kadipolo itu merupakan cagar budaya. Surat ini juga dipertegas SK Wali Kota Solo Nomor 649/1-R/1/2013 Pengganti SK Wali Kota Surakarta Nomor 646/116/1/1997.

Jaladwara