Menyatukan Kerangka Tim Itu Tak Mudah

Striker Perserang Serang okto Maniani saat mencoba melewati hadangan bek Persis Solo Soni setiawan. Foto : Richie Setiawan

SERANG – Operator Liga Indonesia di kasta kedua memang sudah hampir tiga musim terakhir tak memberlakukan regulasi untuk seluruh tim di perbolehkan merekrut pemain asing. Situasi di Indonesia Soccer Championship (ISC)-B 2016 dan Liga 2 2017-2018 membuat para peserta lebih mengoptimalkan pemain asing.

Walau begitu ada beberap klub yang mengaku efek terlalu berharap kekuatan tim pada keberadaan pemain asing memang masih terasa.

”Kita dulu terbiasa sekali merekrut pemain asing. Ketika tidak diperbolehkan merekrutnya, jelas harus ada penyesuaian. Khususnya di posisi striker dan stoper, yang dulu di posisi itu pasti jadi kebiasaan untuk mengandalkan peran pemain asing. Karena sekarang sudah tidak boleh, jelas jadi keuntungan pemain lokal untuk berperan,” terang pelatih Perserang Serang, Zaenal Abidin.

Walaupun dirinya mengakui pemain lokal sendiri kualitasnya cukup potensial.

”Mungkin permasalahan yang ada dalam tim saya adalah masalah komunikasi. Hal ini wajar karena pembentukan tim ini jelang kompetisi dimulai sendiri bisa dibilang masih kurang. Tapi perkembangan yang saya lihat ternyata saat ini semakin membaik kordinasi pemain dengan rekannya di lapangan,” tuturnya.