Miliki Kiper Tangguh, Inilah Klub Liga 2 yang Sulit Dijebol Gawangnya

Liga 2 2018. Desain: Jaladwara

JOGJA – Liga 2 2018 saat ini tengah masuk di jeda kompetisi. Rencananya kompetisi kasta kedua di Liga Indonesia ini baru akan dimulai kembali pada awal Juli nanti.

Hingga saat ini 24 klub peserta yang tersebar di dua grup, sudah menjalani lima laganya.

Di grup barat, klub Semen Padang jadi pemuncak klasemen dengan raihan 12 poin, sementara pemuncak klasemen grup timur dipegang oleh Madura FC sudah menabung 11 poin dari lima laga yang sudah dijalani.

11 klub di bawah pemuncak klasemen ini juga sukses menempel ketat sang capolista, bahkan selisih poin tim peserta juga hanya tipis.

Diluar masalah ini, ternyata ada tiga klub yang tercatat hingga saat ini berlabel sulit dijebol lawan. Yang mana ada tiga klub yang kebobolan paling sedikit, mereka hanya kebobolan empat gol dari lima lama yang sudah mereka jalani. Inilah tiga klub Liga 2 yang untuk sementara waktu berlabel tim yang sulit dijebol lawannya:

 

Rahmanudin FOTO: goal/tribun

PERSIRAJA BANDA ACEH

Penjaga gawang adalah posisi yang cukup krusial dalam sepak bola. Di posisi ini Persiraja memiliki tiga nama, Putra Kurniawan, Aulia Rahmad, dan Rahmanuddin.

Hingga saat ini posisi Rahmanuddin belum juga tergantikan. Dari lima laga yang sudah dijalani, dirinya baru kebobolan empat gol.

Yakni saat bertanding melawan Persik Kendal (0-0), Persibat Batang (1-1), PSIR Rembang (2-0), Persis Solo (1-0), dan Persika Karawang (2-2). Di mana untuk sementara waktu Persiraja tertahan di posisi tiga klasemen sementara grup barat.

Bicara karir, ternyata penjaga gawang kelahiran 13 Maret 1993 ini sempat bergabung dengan klub Divisi 1 Paraguay, yakni Cerro Porteño 2011 silam.

Selepas dari Paraguay, dirinya sempat bergabung dengan Semen Padang. Bahkan dirinya ikut menjadi bagian membawa tim ini sampai di babak 8 Besar ISL 2014.

Kesuksesan inilah yang membuat dirinya ikut dipanggil skuad Timnas AFF Cup 2014, bergabung dengan Kurnia Meiga dari Arema Cronus, dan Dian Agus dari Mitra Kukar

Saat konflik di Indonesia memuncak di tahun 2015, hingga membuat tak ada kompetisi resmi yang akhirnya digelar. Dirinya memilih berkarir di Liga Futebol Amadora (LFA) Timor Leste, saat bergabung dengan klub Assalam FC.

Setelah dari Timor Leste dirinya sempat bergabung dengan Persegres Gresik. Posisi kiper Assalam FC, ternyata diisi oleh kiper Indonesia lainnya, yakni Markus Horison. Markus saat ini menjadi pelatih kiper Aceh United.

Tahun 2017 dirinya bergabung dengan Persatu Tuban, hingga akhirnya musim ini dirinya memilih bergabung dengan klub tanah kelahirannya, yakni Persiraja Banda Aceh.

 

Penggawa PSS Sleman yang diturunkan pada laga lawan Pakindo Mojokerto Putra di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (26/4/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

PSS SLEMAN

Klub PSS Sleman enggan kegagalan musim lalu kembali terjadi. Tak salah jika musim ini mereka mendatangkan kiper-kiper tangguh dan sangat potensial.

Ega Rizky jelas yang jadi sorotan saat memutuskan bergabung dengan PSS. Dirinya pernah berkarir untuk tim Persibas Banyumas (2012-2014), lalu PSCS Cilacap (2015, 2016-2017), dan PSIS Semarang (2015).

Prestasi terbaiknya adalah saat membawa klub PSCS juara ISC-B, uniknya kala itu PSS Sleman-lah yang tim lamanya kalahkan di partai puncak.

Mungkin karena pertemuan itu juga yang membuat PSS akhirnya kepincut skill individunya di bawah mistar.

Sayang hasilnya ternyata tak selalu mulus bagi Ega di PSS. Sempat membawa tim ini menang atas Mojokerto Putra 3-1, ternyata laga berikutnya tak sesuai yang diharapkan.

Di luar dugaan PSS Kalah 1-2 dari Madura FC, beruntung saat melawan Persegres Gresik di kandangnya, PSS bisa imbang 1-1

Rapor tiga laga awal diturunkan jadi starter, gawang Ega sudah kebobolan empat gol. Situasi ini sepertinya membuat tim kepelatihan PSS merasa kurang puas dengan performa PSS.

Tim kepelatihan PSS Sleman ternyata memutuskan dua laga terakhir, posisi kiper inti dibebani ke sosok Benny Yoewanto.

Performa dirinya cukup memukau, karena dua laga yang sudah dijalani dirinya masih belum juga kebobolan. Mulai dari saat ikut membawa PSS menang atas Martapura FC (1-0), dan unggul di kandang PSBS Biak (2-0).

Benny sendiri ternyata punya CV yang cukup memukau. Dirinya tercatat adalah salah satu jebolan SAD Indonesia yang sempat berguru di Uruguay. Di kompetisi profesional, dirinya sempat berseragam Arema Indonesia, Perseru Serui, hingga Persiba Balikpapan.

Dirinya juga tercatat sempat menjadi bagian dari Timnas U-16 Piala Asia U-16 2008 Uzbekistan, hingga U-19  yang ikut serta di ajang kualifikasi Piala Asia U-19 2009.

 

Madura FC. Desain: Jaladwara

MADURA FC

Nomer 2 biasanya digunakan oleh pemain berposisi bek, namun tidak untuk tim Madura FC. Nomer punggung 2 di tim ini, ternyata dipegang oleh seorang kiper. Usman Pribadi-lah yang memilihnya, bahkan nomer itu  sudah dia gunakan di klub lamanya.

Di lain sisi Madura FC musim ini memiliki tiga kiper yang kualitasnya cukup membuat lega tim kepelatihan.

Usman Pribadi sendiri pernah berseragam PSMS Medan, PSDS Deli Serdang, Gresik United, Deltras Sidoarjo, Persisam Pura Samarinda, Persik Kediri, hingga Persijap Jepara.

Usman ternyata tidak langsung terpilih menjadi kiper utama Madura FC musim ini.

Saat laga perdana Liga 2 2018 melawan PSIM Jogja, tim kepelatihan Madura FC lebih memilih untuk memainkan Sukasto Efendi di bawah mistar.

Pelatih yang sempat berseragam Persekaba Badung, Persema Malang, Gresik United hingga Perseru Serui tersebut ikut membawa Madura FC menang dengan skor telak 3-1.

Saat melawan PSS Sleman, Sukasto diturunkan sebagai starter, namun dirinya tak bermain full karena harus digantikan oleh Usman.

Dalam laga di Stadion Maguwoharjo tersebut, di luar dugaan Madura FC bisa menang tipis 2-1 dari PSS Sleman. Walau kebobolan oleh striker PSS Sleman, Cristian Gonzales, ternyata posisi Usman tetap aman.

Dirinya dirutunkan sebagai starter saat timnya melawan Persiwa Wamena (2-0), Kalteng Putra (1-1), dan Blitar United 1-1.

Jalad Wara :