Pelatih Persita Tangerang Gembira usai Ditahan Persik Kediri, Ini Alasannya

Pelatih Persita Tangerang, Widodo C Putro. Foto: Official PSSI.

Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, tidak berkecil hati dengan hasil imbang yang diraih oleh anak asuhnya atas Persik Kediri pada pertandingan uji coba di Stadion Brawijaya Kediri (2/5/2019). Sebab, ia melihat ada perkembangan positif yang ditunjukkan oleh Amarzukih cs.

Persita dipaksa bermain imbang 3-3 oleh tim promosi Liga 2 2019, Persik Kediri. Padahal, tim berjuluk Laskar Cisadane itu sempat unggul tiga gol lebih dulu lewat Egi Melgiansyah, Ade Jantra, dan Qischil Gandrum.

Namun, Persik Kediri yang tampil di harapan ribuan pendukungnya sendiri akhirnya berhasil menyeimbangkan keadaan melalui Alexvan Djin, Edo Febrian, dan Adi Eko Jayanto.

Meski gagal menang, Widodo Cahyono Putro melihat perkembangan positif dari anak asuhnya, terutama gol-gol yang tercipta dari jarak jauh. Ia senang karena sebelumnya Qischil Gandrum cs jarang melakukan hal itu.

“Yang menggembirakan tentu saja bagaimana gol-gol yang terjadi itu. Mereka berani shooting dari jarak jauh, yang selama ini jarang dilakukan oleh pemain,” kata Widodo Cahyono Putra di Instagram resmi klub, Jumat (3/5/2019).

Baca Juga  Hasil Pertandingan Liga 3 2019 Zona NTT (update 16/7/2019)

Lebih lanjut, eks pelatih Bali United itu juga menyoroti tiga gol yang bersarang ke gawang Persita yang dikawal oleh Anas Fitranto. Ia melihat ada beberapa kekurangan anak asuhnya seperti menurunnya konsentrasi, kesalahan mendasar, dan transisi yang kurang optimal.

Namun, Widodo Cahyono Putra berjanji akan memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut sebelum kick-off Liga 2 2019 yang rencananya akan bergulir dua bulan lagi atau 15 Juni 2019.

“Saya kira di babak pertama memang mulai dari segi pressing pemain, duel pemain, mereka sangat luar biasa menurut saya. Cuma ya memang tentu ada beberapa yang membuat kita akhirnya kurang fokus. Pemberhentian-pemberhentian pertandingan, misalnya,” ujar Widodo.

“Terus, ada kesalahan mendasar yang tidak terjadi di babak pertama, terjadi di babak kedua. Ya mungkin karena merasa sudah unggul 3-0. Itu satu. Yang kedua, kurang konsisten ya. Terutama saat transisi dari menyerang ke bertahan,” lanjutnya.

“Evaluasi pasti harus ada. Bagaimana kita sudah unggul, kita akhirnya bisa terkejar jadi 3-3. Tapi terlepas dari itu, karena pertandingan juga belum selesai sudah harus disudahi karena suporter masuk ke lapangan,” tutup eks pemain Timnas Indonesia itu.

Baca Juga  Egy Maulana Tampil, Lechia Gdansk Juarai Piala Super Polandia 2019

Febri Aldi