Penyerang Mojokerto Putra Kaget Dapat Sambutan Luar Biasa dari Ribuan Suporter PSIM

Krisna Adi saat ikut berdiri di tengah lapangan, menyanyikan anthem PSIM Jogja. Foto : Richie Setiawan

BANTUL – Ada kejadian menarik saat PSIM Jogja ditahan imbang PS Mojokerto Putra (PSMP) 0-0 di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (1/5/2018). Ribuan suporter tuan rumah memberikan sambutan luar biasa kepada penyerang PSMP, Krisna Adi Darma.

Bagi publik Jogja, Krisna Adi memang bukan pemain biasa. Dia merupakan pemain yang membela PSIM mulai 2015-2017. Kecintaannya pada PSIM juga tak perlu dipertanyakan.

Di tangan kananya, ada tatto lambang PSIM Jogja. Tatto ini dibuatnya pada tahun lalu saat berjuang menyelamatkan PSIM dari jerat jurang degradasi.

Setelah tiga tahun, Krisna Adi pilih hengkang dari PSIM. Dengan kualitasnya sebagai penyerang, Krisna Adi tanpa kesulitan mendapat tempat di PS Mojokerto Putra (PSMP).

Krisna Adi akhirnya kembali berjumpa ribuan suporter PSIM Jogja, Selasa (1/5/2018). Dia dimainkan sejak menit pertama oleh pelatih PSMP, Jamal Yastro.

Sepanjang pertandingan, dia mendapat sorakan dari ribuan suporter PSIM. Namun keadaan berbalik saat Krisna Adi ditarik keluar menit 66, digantikan M Rendra Teddy.

Saat berjalan menuju bench PSMP, Krisna Adi mendapat applause dari ribuan suporter PSIM. Namanya dielu-elukan, layaknya dia sedang berbaju PSIM.

Saat laga usai, Krisna Adi juga diminta berdiri di tengah lapangan bersama penggawa Laskar Mataram, menyanyikan anthem PSIM, Aku Yakin dengan Kamu. Sepanjang lagu dinyanyikan dia terlihat berkaca-kaca, hingga tak kuasa menahan air mata.

Ditemui KAMPIUN.ID saat berada di ruang ganti PSMP, Krisna Adi mengungkapkan kegembiraannya mendapat sambutan luar biasa dari suporter PSIM. Dia kaget saat keluar dari lapangan, mendapat sambutan hangat dari suporter PSIM.

“Rasanya istimewa. Pada saat main di PSIM sambutannya seperti itu. Tapi saat main di klub lain, saya juga mendapat sambutan yang sama,” terang Krisna Adi.

“Terharu, sedih, tapi juga senang. Nggak tau mau bilang apa lagi,” tambah pemain kelahiran 21 April 1995.

Nofik Lukman Hakim