Permintaan Khusus Jafri Sastra Pada Program Bulan Ramadan

Gelandang Persis Solo, Eli Nasoka memberi umpan ke rekannya, saat melawan melawan Perserang Serang. Foto : Richie Setiawan

SOLO – Sebelum laga Persis melawan Perserang di gelar, Pelatih Persis Solo, Jafri Sastra sedikit dipusingkan dengan rancangan agenda setelah laga ini.

Hal itu wajar karena setelahlaga yang akhirnya berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Persis tersebut, kompetisi akan diliburkan hampir 1,5 bulan lamanya. Setelah laga berakhir pun satu persatu pemain mulai meninggalkan mes untuk pulang ke tempat asalnya.

Yang membuat dia harus jeli merancang program latihan adalah jeda kompetisi ini lantaran masuk di bulan Ramadan. Itu artinya puasa yang dijalani para pemain tentu harus dimaksimalkan dengan program latihan yang pas, agar fisik pemain tidak ngedrop yang membuat jalannya kelancaran puasa bisa sedikit terganggu.

”Yang pasti hanya latihan ringan, tapi seminggu puasa pertama kita memberlakukan libur latihan. Biar pemain fokus beribadah bersama keluarga dulu, setelah itu baru kembali digenjot lagi,” terang Jafri.

Dua hingga tiga pekan berlatih sebelum lebaran tiba, bisa saja program uji coba dijalani oleh pemain Persis. Itupun bagusnya digelar setelah sholat tarawih.

”Saya mungkin akan meminta ada penambahan nutrisi kepada pemain, mengingat seharian puasa, tentu harus dimaksimalkan dengan asuman nutrisi seperti vitamin tambahan kepada pemain setelah berbuka,” ucapnya.

Pelatih Jafri Sastra meliburkan pemain mulai tanggal 16 Mei hingga 21 Mei, dan kembali berlatih selama Ramadan pada 22 Mei.

Latihan selama Ramadan akan digelar pada 22 Mei-11 Juni, lalu pemain libur kembali menjelang Lebaran pada 12 Juni–20 Juni.

“Tim kembali berlatih normal pada 21 Juni untuk persiapan pekan keenam melawan Cilegon United di partai home,” terang Jafri.

Jaladwara