PSBS Biak Punya Rencana Pindah ke Stadion Ini

Starting eleven PSBS Biak saat menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman. Foto : Nofik Lukman Hakim

PSBS Biak punya rencana bermarkas di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada kompetisi Liga 2 2019. Tingginya harga tiket penerbangan domestik menjadi alasan utama tim Napi Bongkar bermarkas di Pulau Jawa.

PSBS tergabung di grup timur pada kompetisi musim ini. Mereka satu grup dengan Persis Solo, PSIM Jogja, Persatu Tuban, Blitar United, Persik Kediri, Madura FC, Persiba Balikpapan, Martapura FC, Mitra Kukar, Sulut United dan Persewar Waropen.

Dari sebelas calon lawan, tujuh tim ada di Pulau Jawa, termasuk Persewar Waropen yang sama-sama jadi wakil Tanah Papua. Persewar sudah memutuskan untuk bermarkas di Stadion Untung Suropati Pasuruan. Kondisi inilah yang membuat PSBS berencana pindah home base.

Sidoarjo untuk sementara ini jadi kandidat kuat. Di kota ini ada Gelora Delta yang layak untuk menghelat partai Liga 1 maupun Liga 2. Dari perhitungan awal, PSBS akan melakukan penghematan lumayan besar bila bermarkas di Sidoarjo.

“Harga tiket pesawat naik dua kali lipat, jadi ada rencana untuk home base di Sidoarjo,” kata Media Officer PSBS Biak, Boim Mustaqiem kepada KAMPIUN.ID, Kamis (30/5/2019).

Selain harga tiket pesawat yang melonjak, musim ini subsidi yang diterima klub Liga 2 juga tak sebesar musim lalu. Untuk fase grup, setiap klub akan menerima Rp 1 Miliar. Angka itu mengalami penurunan, dari musim lalu sebesar Rp 1,25 Miliar.

Klub baru sedikit bernapas lega bila lolos babak 8 besar. PT LIB memberikan tambahan subsidi sebesar Rp 500 Juta. Angka ini mengalami kenaikan dari musim lalu sebesar Rp 250 Juta.

“Rencana ini jelas didukung peserta grup timur, karena kalau kita home base di Biak, mereka akan mengeluarkan budget yang besar untuk tiket pesawat,” lanjut Boim.

Boim menuturkan, saat ini tim masih melakukan persiapan di Biak. Perburuan pemain baru harus dilakukan mengingat ada empat pilar yang hengkang ke Persewar Waropen.

PSBS juga kehilangan penyerang muda, Bayu Tri Sanjaya yang gabung PSMS Medan. Manuel Pilipus Mambrasar yang musim lalu jadi andalan kemungkinan harus istirahat sementara karena sakit.

“Ada dua kandidat untuk posisi pelatih kepala, yaitu Franky Samay yang jadi pelatih musim 2017 dan pelatih musim lalu Slamet Riyadi,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim