Raih Hasil Minor Sebelum Liga 1 Dimulai, Mantan Pemain PSS Sleman Beri Wejangan

Penyerang Persipura Jayapura, Titus Bonai saat dikawal bek PSS Sleman, Jajang Sukmara dalam uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (9/5/2019). Foto : Richie Setiawan

PSS Sleman boleh datang ke kasta tertinggi Liga 1 2019 dengan status mantan juara Liga 2 2018. namun banyak orang yang ternyata cukup khawatir PSS di kompetisi ini bisa hanya jadi bulan-bulanan.

Gagal total di Piala Presiden, ternyata hasil kalah 0-2 melawan Persipura Jayapura di acara launchng tim PSS di Stadion Maguwoharjo Sleman (9/5/2019) ikut melengkapi semuanya.

Suporter PSS jelas mengkritsi hasil di laga uji coba ini dan beberapa laga sebelumnya yang sudah dijalani PSS, yang dianggap tak terlalu banyak memberi perubahan besar dari sisi permainan.

Liga 1 2019 yang akan dimulai 15 Mei mendatang tentu bisa jadi ajang unjuk gigi buat PSS. Bisa tidak mereka membuktikan bahwa mereka layak ada di kasta ini.

Namun yang perlu diingat, mereka akan melawan Arema FC, klub yang sebelumnya berstatus sebagai juara Piala Presiden 2019. Walau akan jadi tuan rumah, PSS tentu belum bisa 100 persen menang.

Kualitas mental tandang Arema FC juga sangat diacungi jempol, sebab mereka bisa sukses menekan tuan rumah sepanjang pertandingan. Walaupun sepanjang laga, anak-anak arek Malang diteror suporter lawannya.

Usai kekalahan atas Persipura, mantan pemain asing PSS Sleman, Kristian Adelmund ternyata ikut berkomentar. Dirinya yang ikut menonton laga ini via live streaming PSS TV, menganggap PSS butuh waktu untuk bisa bangkit.

”Butuh waktu untuk adaptasi atau kualitas pemainya kurang bagus,” ucap Adelmund diakun Twitter pribadinya (@K_Adelmund).

Kristian Adelmund (kiri) bersama pemain PSS Sleman. FOTO: Twitter Kristian Adelmund.

Ikatan Adelmund dengan PSS memang cukup kuat. Dia termasuk penggawa Super Elja yang ikut membaw atim ini menjadi juara Divisi Utama versi LPIS musim 2013.

”Kalo kualitas kurang cukup harus ada winners mentality. Hard work beats talent, when talent doesn’t work hard Good luck for all @PSSleman,” sambungnya.

Dia juga mencontoh untuk PSS mengikuti jejak mantan klubnya, Persela Lamongan.

”Liat Persela. Mungkin budget tidak terlalu besar tapi setiap tahun ada tim bagus, pemain kualitas dan chemistry tim kuat. Sulit ambil point di Stadion Surajaya untuk setiap tim,” ucapnya.

”Kalo PSS tidak ada budget besar. Harus cari pemain dengan faktor lain. Apa enak untuk pemain bola? Stadion bagus, lapangan bagus, kota besar, gaji lancar, managemen baik, tempat tidur bagus, fanbase besar. PSS punya semua. Itu juga bisa alasan untuk pemain berkualitas pilih PSS,” sambungnya.

Dia juga ikut berharap pada hadirnya Viola Kurniawati (@veeola). Mantan media officer Persija Jakarta tersebut resmi jadi CEO PT Putra Sleman Sembada, menggantikan Soekeno yang mundur dari jabatannya beberapa hari sebelum launching tim digelar.

”Semoga @veeola bisa bantu PSS maju.. good luck working for this great club,” tutupnya.