Ricuh Pertandingan Liga 3 di Banjarnegara dan Temanggung, Ini Sikap Asprov PSSI Jateng

Wasit tergeletak usai dipukul salah satu oknum pada pertandingan Persitema Temanggung melawan PSIP Pemalang di Stadion Bhumi Phala, Temanggung, Minggu (5/5/2018). Foto : Youtube PSIP TV

Pelaksanaan kompetisi Liga 3 zona Jawa Tengah ternoda sikap brutal para pelaku sepak bola. Ada dua dari total empat pertandingan babak 8 besar yang diwarnai penyerangan terhadap perangkat pertandingan.

Dua kejadian ini terjadi pada pertandingan Persibara Banjarnegara melawan Bhayangkara Muda Semarang di Stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara dan Persitema Temanggung melawan PSIP Pemalang di Stadion Bhumi Phala Temanggung, Minggu (6/5/2018).

Di Stadion Soemitro Kolopaking, kejadian ini diawali pelanggaran keras pemain Bhayangkara Muda ke pemain Persibara. Wasit yang melihat kejadian itu langsung memberikan kartu kuning terhadap nomor punggung 8. Namun pemain Bhayangkara FC tak terima dan melayangkan pukulan ke wasit. Kerasnya pukulan membuat wasit mengalami patah tulang pada bagian hidung.

Lalu di Stadion Bhumi Phala, salah satu oknum memukul asisten wasit dua hingga tersungkur. Hal ini dipicu keputusan asisten wasit yang memberi isyarat terjadinya gol, saat bola hasil sepak pojok pemain PSIP, Ibrahim Ibnu, gagal ditangkap dengan baik oleh kiper Persitema.

Dalam tayangan video di channel youtube PSIP TV, bola sepintas memang terlihat sudah melewati garis gawang saat lepas dari tangkapan kiper Persitema. Lemparan botol pun menghujani asisten wasit sebelum pada masa tambahan waktu, ada oknum dari luar lapangan yang melayangkan bogem mentah hingga wasit tersungkur.

Kejadian ini kemudian berlanjut dengan menyasar wasit utama. Ada banyak oknum yang berusaha mencederai wasit. Beruntung kesigapan aparat membuat wasit terhindar dari luka yang lebih parah.

Kejadian ini menjadi sorotan nasional lantaran adanya bukti video dua pertandingan tersebut. Video itu sudah beredar luas melalui media sosial, facebook, twitter, instagram maupun youtube.

“Saya pribadi sudah melihat video-video itu. Kita juga sudah menerima laporan dari match commisioner. Kejadian ini langsung disikapi teman-teman Asprov, utamanya bidang komisi disiplin dengan menggelar sidang besok (Selasa),” terang Ketua Bidang Kompetisi Asprov Jawa Tengah, Puthut Wibowo Adi kepada KAMPIUN.ID, Senin (6/5/2018).

“Undangan sudah kita sebarkan ke masing-masing yang bersangkutan. Mulai pemain, manajer, pelatih dari Persitema maupun Bhayangkara Muda. Ini menjadi ranah komisi disiplin. Tapi bisa saya pastikan, sudah ada keputusan sebelum leg kedua hari Rabu,” lanjutnya.

Puthut mengaku kecewa dengan adanya dua kejadian ini. Untuk kasus di Temanggung, dia masih akan mempelajari tentang awal mula pemukulan tersebut. Sementara untuk kejadian di Banjarnegara, sudah bisa dilihat bahwa pemain melakukan tindakan tak profesional.

“Kalau Banjarnegara dari video sudah jelas. Kalau kita lihat pelanggarannya, jelas itu kartu, merah pun layak. Di kasih kartu kuning masih tidak terima, kemudian protes dan mukul wasit,” tuturnya. “Kok bisa sampai pemain berbuat seperti itu. Padahal jelas-jelas sudah salah,” lanjutnya.

Dia pun membandingkan apa yang terjadi di Banjarnegara dan Temanggung, dengan laga babak 8 besar lain antara Persekat Tegal melawan Berlian Rajawali Unika Semarang. Meski laga berjalan ketat, pemain tetap bersikap profesional.

“Idealnya kompetisi ini berjalan dengan baik. Pemain menyadari, respect terhadap lawan, respect terhadap wasit. Seharusnya seperti itu. Wasit sebagus apapun, wasit sebaik apapun, kalau sikap pemainnya tidak profesional, ya kejadiannya seperti itu,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim