Suporter Persis Solo Akan Dapat Sambutan di Kandang Persiraja

Suporter Persis Solo dan Persiraja saat berfoto bersama di Aceh, pekan lalu. Foto : Istimewa/SKULL

BANDA ACEH – Panasnya persaingan grup barat Liga 2 2018 hanya berlaku di lapangan hijau. Di tribun suporter, para anggota dari beda klub saling membina hubungan harmonis dan saling memberikan sambutan.

Banda Aceh pekan ini kedatangan suporter Persis Solo, Pasoepati. Suporter yang berdiri pada tahun 2000 itu mendukung Persis Solo yang menghadapi Aceh United di Stadion Harapan Bangsa, Sabtu (5/5/2018) dan melawan Persiraja Banda Aceh, Jumat (11/5/2018).

Jumlahnya tidak banyak. Hanya puluhan orang saja. Namun begitu, mereka mendapat sambutan dari salah satu suporter di Aceh, Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL).

Suporter Persiraja itu menemani Pasoepati, bahkan saat lawan Aceh United, pekan lalu. Hal sama pun akan dilakukan para SKULL saat Pasoepati memberi dukungan pada Persis Solo yang melawan Persiraja di Stadion H Dimurthala.

Ketua SKULL, Teuku Iqbal Djohan mengatakan Pasoepati memang jarang, atau bahkan belum pernah datang ke Aceh. Ini karena Persiraja jarang berada dalam grup yang sama dengan Persis Solo.

Namun hubungan dengan Pasoepati terjalin harmonis. Pada final kompetisi Divisi Utama 2011 di Stadion Manahan Solo, suporter Persiraja mendapat sambutan meriah dari Pasoepati. Pun juga pada babak playoff Liga 2 2017 lalu di Solo.

“Pada intinya kami ingin membina hubungan baik dengan seluruh suporter di Indonesia. Ketika ada yang datang, pasti kita sambut. Biasanya yang datang ke Aceh itu hanya suporter Medan, Pekanbaru, atau sama-sama dari provinsi Aceh. Jarang dari Jawa yang datang ke Aceh. Ketika saat ini Pasoepati datang, tentu kita sambut,” terang Ketua SKULL, Teuku Iqbal Djohan kepada KAMPIUN.ID, Rabu (9/5/2018) malam.

“Walaupun Persiraja dan Persis jarang bertemu, komunikasi tidak pernah terputus. Terakhir musim lalu saat kita datang ke Solo, teman-teman Pasoepati menemani kami. Tentu hal yang sama juga akan kami lakukan pada Pasoepati yang datang ke Aceh,” lanjutnya.

Iqbal mengaku belum mengetahui berapa banyak Pasoepati yang datang ke Aceh. Mayoritas anggota yang datang saat laga lawan aceh United sudah pulang. Sementara satu anggota yang masih bertahan sedang berekreasi ke Sabang.

“Saat lawan Aceh United yang datang ada dari Solo, Medan, Bekasi. Tapi mayoritas sudah pulang. Belum tahu berapa yang akan hadir. Kita terus komunikasi dengan pengurus Pasoepati,” tuturnya.

Saat ini ada 2000 anggota SKULL yang sudah terdata. Namun di setiap pertandingan, hanya 800-1000 anggota yang hadir. Iqbal mengatakan gemerlap suporter di Aceh memang tak semeriah di Jawa.

“Dalam setiap pertandingan yang nonton banyak. Tapi rata-rata hanya masyarakat yang senang dengan sepak bola. Kalau yang jadi suporter sekitar seribu,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim