Terganjal Regulasi, Pemain Berusia 23 Tahun ke Atas Merana

Pertandingan uji coba antara Persebi Boyolali melawan Badak Lampong FC. Foto : Nofik Lukman Hakim

PSSI sudah mengumumkan, kompetisi kasta ketiga di Liga Indonesia (Liga 3) tak dipastikan tidak mengakomodir pemain senior musim ini.

Hal ini lantaran PSSI Pusat yang telah menerbitkan surat edaran nomor 01/IV/2019 tentang ketentuan umum Liga 3 2019 menyebutkan bahwa usia pemain yang boleh berkompetisi adalah kelahiran 1 Januari 1997 hingga 1 Januari 2001 tanpa pemain senior.

Situasi ini membuat setiap klub hanya bisa merekrut pemain yang berusia di bawah 23 tahun. Untuk pemain senior di atas 23 tahun dipastikan jika ingin berkarir di Liga Indonesia, tentu pintu hanya terbuka untuk kompetisi Liga 2 maupun Liga 1.

”Situasi ini membuat banyak pemain kami harus dicoret dari tim karena terganjal usia. Seperti situasi saat kami bisa menahan seri Badak Lampung FC, dimana disitu banyak pemain senior musim lalu yang bergabung. Tapi setelah regulasi diumumkan, mau tak mau kita hanya bisa merekrut pemain yang usianya lebih muda (23 tahun kebawah),” terang Manajer Persebi Boyolali, Kukuh Hadiatmo.

Situasi ini tentu dirasakan juga oleh beberap klub pastinya.

”Persijap (Jepara) dan Persiku (Kudus) yang sudha memberntuk tim lebih dulu dari kitapun sepertinya akan merubah komposisi timnya karena regulasi ini. Jadi saya anggap semua tim merasakan situasi yang sama, walaupun kasihan juga pemain yang gagal mendapatkan tim karena terganjal usia pastinya,” tuturnya