Wajibkan Pemain Miliki Paspor, Ini Penjelasan Presiden Persiraja

Penggawa Persiraja Banda Aceh saat memindahkan gawang yang digunakan untuk latihan di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. Foto : Media Officer Persiraja

Tingginya harga tiket pesawat penerbangan domestik memaksa Persiraja Banda Aceh memutar otak. Musim ini, manajemen Laskar Rencong membuat kebijakan agar semua pemain memiliki paspor.

Kebijakan itu bukan sekadar untuk gaya-gayaan. Dari hasil perhitungan, ternyata untuk terbang ke Pulau Jawa lebih murah via Kuala Lumpur, Malaysia, ketimbang transit di Jakarta.

“Kalau misalnya bermain tandang ke Solo, lewat Jakarta harga tiket bisa sampai Rp 4 juta (perorang). Kalau lewat Kuala Lumpur hanya satu juta sekian,” kata Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, Senin (20/5/2019) malam.

Sebagai tim yang berada di ujung Barat, Persiraja cukup terbebani dengan melonjaknya harga tiket domestik. Musim lalu saja, Persiraja menghabiskan dana Rp 2 Miliar untuk akomodasi laga tandang.

Bisa dibayangkan bila musim ini Persiraja menggunakan penerbangan domestik ke Pulau Jawa, angka itu bisa meningkat signifikan. Saat managers meeting Liga 2 nanti, Persiraja akan menyampaikan keluhan ini, ditambah memberi solusi.

“Alternatif lainnya kita akan coba mengusulkan agar laga tandang jangan sekali, tapi tiga kali (berurutan). Jadi, dalam sekali kita berangkat, bisa bertanding tiga kali di kandang lawan, kita bisa menghemat cukup besar,” tutur Dek Gam.

Baca Juga  Pasoepati Tegaskan Tolak Kebijakan Manajemen Persis Solo

Klub Liga 2 pun bukan saja was-was soal harga tiket. Bisa jadi, musim ini ada penurunan subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Kondisi ini sudah dialami klub Liga 1. Dari semula musim lalu dapat Rp 7,5 Milar, musim ini hanya menerima Rp 5 Miliar.

Belum diketahui kapan managers meeting Liga 2 akan dihelat. Biasanya, pertemuan antarmanajer ini dilakukan dua hingga empat pekan sebelum kick off Liga 2.

Nofik Lukman Hakim