Alami Krisis Keuangan, Klub Evan Dimas dan Ilham Udin di Malaysia Nunggak Gaji

Selangor FA. Foto : Dokumentasi Selangor FA

SELANGOR – Klub Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn, Selangor FA tengah mengalami musim yang sedikit sulit di Liga Malaysia. Di klasemen sementara tim ini ada di posisi kesembilan dari 11 peserta.

Dari 11 laga yang sudah dijalani, tim ini merasakan enam kali kekalahan. Hasil tiga kali kemenangan dan dua kali seri jelas bukan rapor yang membanggakan bagi tim ini sekarang.

Setelah terseok-seok di dasar klasemen, baru-baru ini beredar kabar jika Selangor FA tengah menunggak gaji pemainnya selama dua bulan.

Kabar tersebut menyeruak ke permukaan setelah media lokal Negeri Jiran,Berita Harian.

Menurut wakil bendahara Selangor FA (FAS), Datuk Ariffin Abdul Hamid, mengungkapkan jika tengah terjadi masalah didalam internal klubnya. Kondisi itu juga membuat Presiden FAS, Datuk Seri Subahan Kamal, menyuarakan untuk mengundurkan diri dari jabatannya

“Kondisi sekarang ini seperti tidak ada kejelasan sehingga gaji pemain pun tertunggak selama dua bulan. Jadi kami sangat membutuhkan sosok pemimpin baru karena bukan saja soal kuangan, tetapi isu penggunaan Stadion Shah Alam juga belum selesai,” ujar Datuk Ariffin Abd Hamid seperti dilansir dari Berita Harian.

Sejak Datuk Seri Subahan Kamal mengambil alih FAS dari Menteri Besar Selangor, Datuk Seri Mohamed Azmin Ali pada Februari tahun lalu, organisasi ini harus berjalan tanpa bantuan keuangan kerajaan negeri.

Bahkan, keretakan hubungan antara FAS dengan kerajaan negeri ini berimbas pada nasib skuat Gergasi Merah yang tak mendapat izin menggunakan Stadion Shah Alam.

Dengan sumber keuangan yang terbatas, Selangor FA terpaksa berbelanja pemain dengan hemat untuk membentuk tim.

Hal ini disebut-sebut sebagai penyebab atas buruknya prestasi Selangor FA di kompetisi Liga Super Malaysia 2018. Datuk Ariffin Abd Hamid yang juga merupakan pengurus skuat Piala Presiden Selangor FA menjelaskan, masalah keuangan ini turut berimbas kepada dirinya.

Ia mengaku telah mengeluarkan uang pribadinya demi menghidupi skuat Piala Presiden dan Junior.

“Masalah pembayaran gaji ini bukan hanya mempengaruhi skuat utama, malah saya selaku pengurus terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk menghidupi skuat Piala Presiden dan skuat Selangor junior. Ini semua saya lakukan atas rasa tanggung jawab terhadap pembangunan pemain muda negeri ini,” ujar Datuk Ariffin Abd Hamid.

“Dengan Raja Muda Selangor (Tengku Amir Shah Sultan Sharafuddin Idris Shah) menjadi calon pilihan yang tepat untuk menggantikan Subahan. Saya percaya ada jalan keluar untuk Selangor dari persoalan ini,” lanjut Datuk Ariffin Abd Hamid menjelaskan