Jawara Liga 3 Tengah Dalam Posisi Bahaya

Skuat Persik Kediri saat uji coba lawan Persis Solo. Foto : Nofik Lukman Hakim

Punya label sebagai juara Liga 3 2018 di Liga 2 2019 musim ini, ternyata tak malah jadi beban berat bagi Persik Kediri. Klub ini sukses kembali ke kasta kedua Liga Indonesia, dan mulai memupuk mimpi untuk menuju kasta mereka yang sesungguhnya, yakni kasta tertinggu.

Sayang mantan jawara ISL tersebut, ternyata malah bisa punya beban super berat sebelum Liga 2 dimulai. Bagaimana tidak dalam prakompetisi, tim ini belum sekalipun meraih kemenangan.

Pada Sabtu 1 Juni lalu, tim ini harus puas ditahan seri mantanklub Liga 3 2018 lainnya di Liga 2 2019, yakni Persatu Tuban. Klub dengan lambang kuda tersebut menahan seri Persik 0-0 di Stadion Brawijaya.

Persatu memang bukan tim yang mudah dikalahkan. Bahkan dalam laga ji coba sebelumnya, Persatu sukses membuat malu tuan rumah PSCS yang tumbang dengan skor 0-2 di Stadion Wijayakusuma Cilacap (25/5/2019).

Sebaliknya hasil seri di Brawijaya ini jadi yang kedua bagi Persik. Sebelumnya pada 2 Mei lalu, mereka ditahan Persita Tangerang 3-3. Itupun hampir kalah, karena Persita lebih dulu unggul 3-0 di babak pertama.

Sebaliknya ada Persik dua kali tumbang di rumah sendiri. Yakni saat bertemu Persewar Waropen 0-1 (29/5/2019), dan Persis Solo 2-1 (27/4/2019).

Persik juga sempat meraih hasil seri 1-1 di sebuah laga tandang, yakni saat berkunjung ke markas PSCS Cilacap (18/5/2019). Lima laga dengan hasil tiga kali seri dan dua kali kalah, yang semua melawan klub Liga 2 tentu cukup mengkawatirkan. Khususnya bagi para suporternya, yang khawatir klub kebanggaannya kembali terdegradasi musim ini.

Terlebih Persik dipastikan akan masuk di grup timur di Liga 2 musim ini. Mereka akan bertemu dengan Persis, Persatu dan Persewar yang di pra kompetisi sudah mereka jajal.

Hasil buruk ini bahkan membuat Nazal Mustofa memutuskan untuk mengibarkan bendera putih, dan mengundurkan diri dari klub ini. Manajemen Laskar Macan Putih tentu harus mencari pelatih baru musim ini.