Perkembangan Cedera Arif Yanggi, Begini Hasil Observasi Dokter Persis Solo

Arif Yanggi. Foto: Official Persis Solo.

Persis Solo bisa sedikit bernapas lega. Dari hasil observasi tim dokter Persis Solo, Arif Yanggi Rahman tak mengalami cedera lutut parah. Eks PSIS Semarang kini sudah menjalani terapi air di Kolam Renang Tirtomoyo Manahan.

Dokter tim Persis Solo, dr Iwan Wahyu Utomo mengatakan, dari hasil observasi yang dilakukan tiga hari terakhir, tidak ada retak atau patah maupun dislokasi pada lutut.

Kondisi lutut relatif stabil, bengkak minimal, kontraksi otot relatif sudah normal. Hanya memang Arif Yanggi masih merasakan nyeri.

“Cedera Anterior Cruciate Ligament ( ACL ) derajat 1 atau paling rendah. Disarankan Yanggi untuk latihan jalan dengan intensitas rendah dan tidak boleh naik turun tangga. Untuk terapi non-operatif, dengan kontrol rutin untuk mendapatkan tindakan fisioterapis,” terang dr Iwan dalam laman resmi klub.

Terapi dilakukan di Klinik Budi Sehat sampai delapan kali setiap dua hari. Metode yang digunakan menggunakan ultrasound atau diatermi. Jika diperlukan bisa menggunakan brace di lutut.

“Dia juga masih minum obat penghilang nyeri, bengkak, dan nutrisi otot. Observasi dilakukan 2×24 jam ke depan. Kalau masih bengkak dan terasa nyeri, dilakukan MRI,” ucap dr Iwan.

Cedera yang dialami Arif Yanggi ini sama seperti yang dialami Joko Prayitno pada musim lalu. Kala itu, Joko cedera saat beruji coba dengan tim internal PS Pemda. Kondisi Joko harus rehat sekitar 40 hari untuk masa pemulihan dan absen di beberapa pertandingan.

“Kondisi cedera Yanggi hampir sama dengan Joko Prayitno. Tapi, perkembangan pemulihan cedera Arif Yanggi termasuk lebih cepat. Tiga hari sudah bisa jalan, tanpa kruk. Perkiraan, dari fase rehat hingga recovery sekitar sebulan lebih,” jelas Sport Theraphy, Aldy Rachman.

Nofik Lukman Hakim