Persis Solo Semakin Menjauh dari Kota Solo

Kapten Sriwijaya FC, Ambrizal Ammar saat bertabrakan dengan winger Persis Solo, Hapidin dalam uji coba di Lapangan Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar, Jumat (3/5/2019). Foto : Nofik Lukman Hakim

Akun-akun media sosial pendukung Persis Solo melontarkan kekecewaannya. Berbagai kecaman muncul, yang semuanya ditujukan ke pada klub kebanggaannya.

Ini muncul setelah di luar dugaan manajemen Persis Solo memutuskan untuk mengadakan lauching tim di Kota Madiun. Beratus-ratus kilometer dari Kota Solo jauhnya.

Persis direncanakan menggelar launching tim dengan mengadakan uji coba dengan PSM Madiun di Stadion Wilis Madiun Minggu (16/6/2019). Laga ini juga direncanakan jadi perayaan kembalinya PSM Madiun setelah lama vakum.

Berhomebasenya Persis Solo di Stadion Wilis Madiun. keputusan menjalani launching di Madiun sepertinya tak bisa diterima supoter asal Kota Solo. Bahkan Pasoepati sudah menggelorakan kata boikot untuk mendukung Persis Solo saat mennjalani launching di Madiun nanti.

Mereka sangat berharap apapun kondisinya, Persis harus menggelar pengenalan pemain di Kota Solo.

“Menggelar di Kota Solo tentu bisa, tak perlu dengan cara uji coba juga tidak apa-apa. Karena masyarakat Solo perlu tahu siapa yang mereka bela, jadi tidak perlu harus ke Madiun dulu,” terang Presiden DPP Pasoepati, Aulia Haryo kepada wartawan.

Jika melihat kejadian ini, langkah Persis menjauh dari Kota Solo sekamin terasa jelasnya. Keputusan Persis berhomebase di Stadion Wilis tentu tak bisa disalahkan, mengingat Stadion Manahan masih datalah tahan renovasi dan baru akhir tahun selesainya.

Untuk Stadion Sriwedari pun tak bisa jadi markas Persis, karena alasan keamanan jika harus menggelar pertandingan yang bisa menampung massa yang cukup banyak.

Namun ironisnya, untuk menggelar pembentukan tim, ternyata Persis juga seperti menjauh dari Kota Solo. Dalam membentuk kerangka tim, tim yang diracik oleh Agus Yuwono tersebut memilih untuk berlatih di lapangan kabupaten tetangga. Seperti di Lapangan Lanud Adi Soemarmo Karanganyar, hingga Lapangan Dibal Boyolali.

Stadion Sriwedari yang nganggur setelah Persis Gotong Royong vakum di Liga 3 musim ini, ternyata benar-benar tak dilirik Persis Solo untuk dijadikan lokasi latihan.

Persis hanya dua kali menggunakan Sriwedari tahun ini, itupun hanya saat dua hari seleksi terbuka digelar. Setelah itu Persis lebih senang berlatih di Lapangan Lanud hingga Dibal.

Situasi ini tentu membuat minat masyarakat Kota Solo untuk menonton pertandingan latihan Persis jadi sedikit minim karena jauhnya lokasi latihan mereka, ditambah tak updatenya informasi media Persis terkait lokasi latihan mereka yang sering berpindah-pindah.

Jumlah dukungan Persis di Madiun juga sepertinya tak akan berbeda dibandingkan musim lalu. Jika di Manahan jumlah suporter yang hadir bisa mencapai 23 ribu orang, angka catatan jumlah kehadiran penonton Persis di Madiun ternyata hanya ada di angka 1000-5000 suporter.