PSIM Jogja Mulai Bersiap Hadapi Martapura FC

Skuad PSIM Jogja yang diturunkan pada laga lawan Persiba Balikpapan di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (15/5/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

PSIM Jogja akan mulai berlatih lagi, setelah libur lebaran sepuluh hari. Fandy Edy dan kawan-kawan dijadwalkan berlatih pada Rabu (20/6/2018) sore.

Sejauh ini semua pemain berkomitmen untuk hadir tepat waktu. Termasuk para pemain dari luar Jawa yang biasanya terganggu padatnya jadwal penerbangan karena musim mudik lebaran.

Pelatih PSIM Jogja, Bona Simanjuntak mengatakan pada sesi awal ini tidak ada porsi latihan berat. Latihan hari pertama diawali porsi ringan, sekaligus melihat kondisi kebugaran para pemain.

“Kita akan lihat kondisi anak-anak seperti apa. Kalau tes VO2 Max (untuk lihat kondisi fisik) sepertinya belum,” terang Bona kepada KAMPIUN.ID, Senin (18/6/2018) siang.

“Sejauh ini belum ada pemain yang izin. Semua komit untuk hadir tepat waktu. Semoga kondisi mereka bagus, selama liburan tetap latihan sesuai saran dari tim,” tuturnya.

Segala persiapan difokuskan untuk pertandingan melawan Martapura FC di Stadion Sultan Agung Bantul pada Selasa (3/7/2018) mendatang. Namun tim pelatih juga masih menunggu informasi lanjutan soal laga pertama Piala Indonesia 2018.

Ada yang menyebut digelar akhir bulan ini juga pertengahan bulan depan, sebelum derby DIY melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo pada 26 Juli mendatang. Pada fase pertama, PSIM Jogja bersua klub Liga 3 zona Jawa Tengah, Persitema Temanggung.

“Persiapan kita fokuskan ke pertandingan melawan Martapura FC, sembari menanti kepastian Piala Indonesia,” lanjut pelatih berlisensi B AFC ini.

PSIM dalam klasemen sementara Liga 2 grup timur masih menghuni dasar klasemen dengan minus satu poin. Namun kans untuk menjauhi zona degradasi terbuka lebar karena selisih poin antarklub masih sangat ketat.

PSIM hanya selisih lima poin dengan Persiba Balikpapan yang berada di peringkat sembilan grup timur atau satu tingkat di atas zona degradasi. Tren tujuh poin dalam tiga laga terakhir menjadi senjata PSIM untuk segera bangkit.

Nofik Lukman Hakim