Soal Pindah Homebase di Liga 2, Persis Solo dan Pasoepati Beda Pandangan

koreo Pasoepati di tribun Utara saat laga Persis melawan Semen Padang . Foto: Instagram Curva Nord Sambernyawa.

Persis Solo tengah dipusingkan dengan wacana akan sterilnya Stadion Manahan karena akan direvitalisasi, yang membuat Laskar Sambernyawa harus mencari lokasi kandang baru untuk laga Liga 2 2018.

Setelah Stadion Sriwedari tak bisa dipilih karena pihak kepolisian sepertinya tidak memberikan lampu hijau, dengan alasan keamanan, pilihan akhirnya merujuk pada Stadion Wilis Madiun.

Manajemen, panpel dan perwakilan Pasoepati belum lama ini juga sempat meninjau lokasi stadion yang jadi markas klub Liga 3 Madiun Putra tersebut.

Dari sisi kualitas rumput dan kondisi stadion tentu kata oke sulit terbantahkan. Stadion ini juga dipastikan bisa menampung 20 ribu lebih Pasoepati dan Surakartans yang mau untuk hadir ke stadion secara langsung, andaikata Persis benar jadi menunjuk stadion tersebut.

Namun kendala utamanya ternyata adalah jarak Solo-Madiun yang cukup jauh.

”Stadion Wilis begitu jauh, butuh perjalanan tiga sampai empat jam. Saya yakin animo yang berangkat kesana tak akan sebesar kalau main di Solo. Dari arus bawah memang kebanyakan keberatan karena masalah jarak” ucap Presiden Pasoepati Aulia Haryo.

Pasoepati ternyata memandang Stadion Maguwoharjo Sleman jadi salah satu pilihan yang cocok. Jarak Solo-Sleman yang hanya butuh tak lebih dari 2 jam perjalanan.

”Kemarin kami ketemu pentolan suporternya. BCS sangat welcome terkait niat kami untuk menjadikan Maguwo kandang. Masalahnya disana mungkin bisa saja dari rekomendasi pihak kepolisian,” ucapnya.

“Kalau kami disuru milih tentu pasti akan memilih ke Sleman. Jarak cukup dekat, suporter kami dan Sleman saat ini juga sudah sangat akrab, jadi tak masalah. Walaupun kami sadar, bisa saja ada Simbah (suporter PSIM/Brajamusti) yang cari-cari masalah di jalur perbatasan,” ujarnya.