Akankah Komdis PSSI “Panen” di Derby DIY?

Pemain PSIM Jogja, Yoga Pratama saat berduel dengan penggawa Kalteng Putra, Moses Banggo dan Zaenal Haq dalam laga Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (19/7/2018). Foto : Richie Setiawan

PSIM Jogja akan menghadapi PSS Sleman dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (26/7/2018) pukul 15.00 WIB. Laga bertajuk Derby DIY ini diprediksi akan berjalan panas mengingat kedua tim sama-sama tak mau dikalahkan sang tetangga.

Tuan rumah patut was-was terhadap pertandingan ini. Bukan saja soal gengsi, pertandingan yang akan disiarkan secara langsung oleh TV One ini dipastikan menyita perhatian nasional. Tak terkecuali Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Dalam beberapa tahun terakhir, sanksi tegas sudah dijatuhkan pada klub-klub peserta kompetisi profesional. Para klub malah rata-rata harus menanggung “dosa” dari perilaku tak dewasa para suporternya.

Baru-baru ini, Persis Solo sebagai kontestan Liga 2 grup barat merasakannya. Gara-gara suporternya dinilai melakukan pelanggaran pada laga Cilegon United dan Persik Kendal, Laskar Sambernyawa dijatuhi denda Rp 90 Juta. Dana itu dipastikan bertambah besar lantaran Komdis PSSI juga mewajibkan Persis Solo mengganti biaya kerusakan fasilitas Stadion Utama Kebondalm Kendal.

Potensi yang sama pun kini dihadapi PSIM Jogja. Tingginya tensi dan ekspektasi agar Laskar Mataram bisa mengalahkan PSS Sleman bisa memunculkan rasa emosi sesaat. Hal ini terjadi saat PSIM melawan Kalteng Putra di Stadion Sultan Agung Bantul, 19 Juli lalu.

Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar mengatakan pihaknya kecolongan atas adanya pelemparan yang terjadi di tribun VIP. Hal itu jelas tak boleh terjadi lagi pada laga lawan PSS Sleman.

“Seluruh penonton tribun terbuka sudah dikondisikan. Pihak keamanan beserta pengurus suporter sudah bekerja maksimal. Yang tidak kami prediksi malah dari tribun VIP. Padahal disitu ada banyak tamu undangan, malah terjadi pelemparan. Itu jadi bahan evaluasi kami agar pelaksanaan kedepan lebih baik lagi,” terang Wendy Umar kepada KAMPIUN.ID

Suporter PSIM Jogja tentu tak ingin ketiban sial untuk kedua kali. Pertama, pada awal musim ini PSIM harus memulai kompetisi dari minus sembilan poin. Dari yang harusnya sudah ada di zona 8 besar dengan 18 poin, kini PSIM masih rawan dikejar tim-tim papan bawah.

Jika sampai terkena sanksi, apalagi denda puluhan juta, hal itu akan berpengaruh pada stabilitas keuangan klub. Wendy Umar mengaku sudah koordinasi dengan suporter agar kejadian sama tak terulang lagi.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan semua pihak agar pertandingan nanti berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Harapan sama juga diungkapkan Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak. Baik tim pelatih maupun pemain mengharapkan dukungan positif dari suporter agar lebih bersemangat dalam memenangkan pertandingan.

“Semoga pertandingan berjalan lancar, suporter memberikan dukungan positif dan semua pihak bisa menerima apapun dari hasil akhir nanti,” ucapnya.

Nofik Lukman Hakim