Ini Kata Pelatih PSIM Setelah Ditahan Persiwa

Pergerakan pemain PSIM Jogja, Arif Yulianto Toeminz dijegal pemain Persiwa Wamena, Asis Wattimena dalam laga lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (14/7/2018). Foto : Richie Setiawan

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak mengakui timnya bermain kurang maksimal saat ditahan imbang Persiwa Wamena 2-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (14/7/2018) sore.

Para pemain bermain terlalu individual setelah mencetak gol cepat lewat Hendrico Satriadi. Keadaan itu diperparah dengan kurangnya antisipasi dua peluang Persiwa yang kemudian berbuah jadi gol.

“Sebelum mencetak gol semuanya berjalan bagus. Tapi setelah gol pertama para pemain malah terburu-buru. Mereka tidak main secara tim, tapi langsung direct ke depan. Tidak main kaki ke kaki seperti biasanya,” terang Bona Simanjuntak dalam jumpa pers usai pertandingan.

Bona pun menyebut para pemain terlalu percaya diri setelah meraih empat kemenangan beruntun. Ditambah lagi mendapat gol cepat lewat sepakan keras Hendrico Satriadi menit 12.

“Dua gol lawan tercipta karena para pemain hanya fokus pada bola. Setiap bola ada di samping, mereka tidak melihat pergerakan lawan. Pemahaman terhadap situasi harus lebih ditingkatkan,” tuturnya.

Dua gol Laskar Mataram dicetak Hendrico Satriadi menit 12 dan Hendika Arga Permana menit 76. Sementara dua gol Badai Pegunungan Tengah disumbangkan Andreas Crismanto menit 67 dan 82.

Hasil imbang untuk sementara mengkatrol posisi PSIM Jogja ke posisi tujuh klasemen sementara grup timur.

Hanya saja, PSIM hanya unggul selisih gol dari Persegres Gresik dan Semeru FC. Dua tim itu, termasuk Persiba Balikpapan baru akan bertanding Minggu (15/7/2018).

Nofik Lukman Hakim