Jadi Tersangka, Patrich Wanggai Tidak Ditahan Polisi

Striker Kalteng Putra, Patrich Wanggai, resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan. Namun, ia tetap bisa bermain sepak bola karena tidak akan menjalani penahanan.

Wanggai ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (17/7/2019). Status itu adalah buntut dari keributan antara Wanggai dengan dengan Lalu Dhimas (32) warga Jogja di sebuah kafe pada Kamis (11/4/2019) dinihari.

Akibat keributan itu, Dhimas mengalami luka di bagian wajahnya hingga harus dilarikan ke RS Bethesda dan dirawat inap selama dua hari tiga malam.

Namun, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Wanggai dipastikan tidak akan ditahan dan hanya dikenai wajib lapor.

“Dengan terbitnya SPDP, yang berarti sudah ada tersangka, dalam hal ini PSW (Patrich Steve Wanggai). Tidak kami lakukan penahanan, hanya dikenakan wajib lapor,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo di Mapolda DIY, Kamis (18/7/2019).

Menurut Hadi Utomo, polisi tak menahan Wanggai karena pemain asal Papua mampu bersikap kooperatif selama dilakukan pemeriksaan. Ia juga dianggap hanya penganiayaan ringan terhadap korban.

“Tersangka sangat kooperatif. Penahanan ini tidak mutlak, kecuali ada sebab-sebab tertentu seperti menghilangkan barang bukti, ada kekhawatiran tersangka mengulangi perbuatannya lagi,” tuturnya menambahkan.

Patrich Wanggai bersama klubnya, Kalteng Putra, untuk sementara berada di Yogyakarta dalam mengarungi Liga 1 2019. Mereka ber-homebase di Stadion Sultan Agung Bantul karena markas asli di Palangkaraya sedang dalam proses renovasi. Wanggai pun bisa memperkuat Kalteng Putra menjamu PSM Makassar, Minggu (21/7/2019).

Febri Aldi