Kapten PSIM Jogja Merasa Lebih Siap Menatap Derby DIY

Hendika Arga Permana saat memimpin skuad Laskar Mataram memasuki lapangan pertandingan. Foto : Richie Setiawan

Derby DIY yang akan tersaji di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (26/7/2018), menjadi yang ketiga bagi Hendika Arga Permana. Kapten PSIM Jogja ini sebelumnya tampil dalam dua edisi Derby DIY pada kompetisi Divisi Utama 2014 lalu.

Hendika sudah menjadi bagian Laskar Mataram sejak lima tahun lalu. Kala itu, pemuda kelahiran 1 November 1993 ini dibesut Seto Nurdiyantoro yang kini menjadi pelatih kepala PSS Sleman.

Dengan usia yang sangat muda, kala itu Hendika sudah menjadi andalan sektor tengah PSIM. Dia bahu membahu dengan Rangga Muslim yang kini berseragam PSS Sleman. Dalam dua pertandingan Derby DIY kala itu, PSIM Jogja dan PSS Sleman harus puas berbagi angka.

Kini kesempatan sama kembali hadir. Tentu saja dari segi pengalaman Hendika Arga lebih matang. Namun tanggung jawabnya juga lebih besar. Selain berperan sebagai sosok sentral lini tengah, Hendika Arga menjabat sebagai kapten Laskar Mataram.

“Saat ini saya merasa lebih siap. Bisa tahan lah dengan atmosfer derby DIY yang berjalan panas. Sebagai tuan rumah kami akan berusaha membawa PSIM meraih kemenangan,” terang Hendika Arga kepada KAMPIUN.ID, Senin (23/7/2018) siang.

Arga menuturkan kondisi tim sedang bagus. PSIM baru saja melaju ke babak 64 besar Piala Indonesia, setelah mengalahkan Persitema Temanggung 2-0, Minggu (22/7/2018). PSIM juga pernah mendapat pelajaran berharga saat ditahan imbang Persiwa Wamena 2-2.

Menurut Arga, laga itu sangat penting untuk bersiap menghadapi Derby DIY. Persiwa yang diperkuat para pemain muda bermain dengan tempo tinggi. Beberapa kali benturan tak terindakan. Pemain PSIM pun terpancing emosinya hingga permainan tak berjalan maksimal.

“Istilahnya kami diingatkan. Kalau kami main dengan emosi, permainan menjadi tidak sesuai keinginan. Itu bagus untuk intropeksi, buat pengalaman, sebagai ajang pembelajaran agar lebih kontrol emosi menatap pertandingan lawan PSS,” tuturnya.

Bicara soal kekuatan PSS Sleman, Hendika Arga mengakui tim lawan memiliki waktu persiapan lebih matang. Deretan pemainnya pun sudah punya pengalaman di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Namun Arga menyebut sudah mengetahui karakter permainan tim Elang Jawa.

“Coach Seto beberapa tahun lalu pernah melatih saya. Jadi saya sudah paham karakter permainan tim yang diinginkan coach Seto. Bekal pengetahuan ini akan kami manfaatkan saat pertandingan,” jelasnya.

Kemenangan menjadi harga mati yang wajib diraih PSIM Jogja. Tambahan tiga poin menjadi modal penting skuad besutan Bona Simanjuntak menjauh dari kejaran penghuni zona degradasi Liga 2 grup timur.

“Kami menganggap semua pertandingan adalah final. Siapapun yang datang ke SSA, kami yang akan memenangkan pertandingan,” tegas Hendika Arga.

Nofik Lukman Hakim