Pernah Berseragam PSIM Jogja dan PSS Sleman, Inilah Sosoknya

PSIM Jogja vs PSS Sleman. Desain: Jaladwara.

PSIM Jogja dan PSS Sleman jadi salah satu kota besar di Indonesia, banyak pemain potensial yang berburu untuk bsia mengenakan seragamnya. Pelatih PSS Sleman musim ini, Seto Nurdiyantoro sendiri dimasa jayanya sempat menjadi pemain PSIM maupun PSS.

Sementara itu Pelatih PSIM musim ini Bona Simajuntak, dulunya adalah bintang PSS Sleman.

Cukup menarik, ternyata ada beberapa pemain yang sempat berseragam PSIM dan PSS Sleman di masa karirnya. Siapa saja mereka, inilah beberapa sosoknya:

Rangga Muslim saat berseragam PSIM dan PSS. Foto: instagram pribadi Rangga Muslim

RANGGA MUSLIM

Namanya sudah menyita perhatian PSIM saat masih berseragam tim Tunas Jogja. Pemain berposisi gelandang serang atau wingger ini sempat menjadi idola PSIM. Dirinya sudah jadi salah satu anak emas Erwan Hendarwanto.

Sayang sumbangsih kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat ang sudah bergabung dengan Laskar Mataram sejak 2014 tersebut harus terhenti di pertengahan musim lalu.

Tim Liga 2 lainnya yakni Persebaya membajak Rangga Muslim bersama pemain PSIM lainnya yakni Said Mardjan untuk berganti jersey. Padahal saat itu PSIM juga atengah berjuang untuk tetap bertahan di Liga 2. Beruntung Laskar Mataram lolos dari fase playoff dan tetap bertahan di Liga 2, di Persebaya Rangga ikut membawa tim Surabaya tersebut menjadi juara Liga 2 2017.

Usai resmi meninggalkan PSIM, Rangga sempat menuliskan pesan permintaan maafnya.

“Saya mohon maaf kepada PSIM dan suporter karena belum bisa memberikan yang terbaik, dan belum bisa membawa PSIM berprestasi lebih tinggi,” kata Rangga kala itu.

Di musim Liga 2 2018, dirinya kembali ke Jogja. Ternyata bukan untuk menuju ke PSIM, melainkan menatap tantangan baru bersama PSS Sleman.

tri Handoko saat berseragam PSIM dan PSS. Foto: parangbiru.net+Official PSS.

TRI HANDOKO

Tri Handoko pernah berseragam PSIM tahun 2014, yang kala itu pelatihnya adalah Seto, dan asistennya adalah Erwan. Dirinya punya peluang untuk kembali bergabung dengan tim ini musim lalu, sayang kala itu dirinya gagal memikat hati pelatih PSIM yang kini dipegang oleh Erwan.

Bali kucing akhirnya dua musim terakhir (2017-2018), Tri Handoko memutuskan pulang kampung untuk bergabung dengan Persis Solo.

Jika bicara sejarah perkembangan sepakbola di Jateng-DIY, nama Ndok (sapaan tro Handoko) cukup menarik untuk dibahas. Dirinya ternyata sempat berseragam tiga klub yang terkenal dengan rivalitas di atas lapangan hijaunya.

Dirinya memulai karir di PSS Sleman dua musim berturut-turut, yakni di Divisi Utama 2010/2011, dan 2011/2012. musim 2013 dirinya bergabung dengan Persis Solo versi LPIS, dan karena masalah finansal akhirnya dia bergabung dengan klub amatir dikata ketiga yakni Persipa Pati yang saat itu bermain di Liga Nusantara.

Musim 2014, PSIM akhirnya menyelamatkan karirinya.

Musim 2015 saat kompetisi terseok-seok dirinya memutuskan hijrah ke Banten untuk bergabung dengan Perserang Serang, yang maa saat itu dilatih oleh Widyantoro. Keakraban Ndok dan Widyantoro sudah terlihat saat mereka sama bergabung di tim PSS Sleman di musim 2011/2012 dan Persis Solo di musim 2013.

Musim 2016 dirinya balik kucing ke PSS, dan bersama Super Elang Jawa dia ikut membantu tim ini menjadi runner up ISC-B 2016.

Agung Prasetyo saat berseragam PSIM dan PSS. Foto: Official PSIM+Official PSS.

AGUNG PRASETYO

Sama seperti Tri Handoko, ada satu pemain lainnya yang sempat berseragam PSIM jogja, PSS Sleman dan Persis Solo dalam karirnya. Dia adalah Agung Prasetya yang berstatus sebagai kiper.

Agung Prasetyo berseragam PSIM pada tahun 2010-2012. Di musim 2013, ternyata dirinya memutuskan bergabung dengan PSS Sleman, yang saat itu dipegang oleh caretacer Lefran Pribadi. Dirinya mengikuti jejak pemain PSIM lainnya, yakni Abda Ali yang juga piplih membelot ke PSS.

Di musim 2014 dirinya memilih pindah ke Persis Solo. Dua musim lamanya (2014-2015), akhirnya di musim ISC-B 2016 dirinya kembali ke PSS dan ikut membawa tim ini menjari runner up kala itu.

Di Liga 2 2017 dirinya memutuskan kembali ke Persis, yang saat itu dipegang oleh Widyantoro. Kiprahnya bersama Persis hanya sampai babak 8 besar.

Adelmund saar berseragam PSIM dan PSS. Foto: Instagram pribadi Adelmund

KRISTIAN ADELMUND

Adelmund kini sudah tinggal di Belanda dan jadi bagian dari klub SC Feyenoord, namun namanya di kota Jogaj ternyata masih berbau harum. Dirinya sempat berseragam dua klub kebangaan provinsi ini, yakni PSIM Jogja di tahun 2011/2012.

Dimusim berikutnya dia bergabung dengan Persepam Madura, dan akhirnya dipertengahan musim Divisi Utama 2013, dirinya memutuskan untuk bergabung dengan PSS Sleman.

Di tim inilah dirinya akhirnya bisa menganggat trofi juara. Dirinya juga sempat bergabung dengan Arema, dan klub terakhir di Indonesia yang dibelanya adalah Persela Lamongan di musim 2016 silam.

Johan Arga saat berseragam PSS Sleman dan PSIM jogja. Foto: Instagram pribadi Johan Arga.

JOHAN ARGA

Nama Johan Arga sempat jadi idola di PSIM Jogja. Dirinya pertama kali bergabung dengan tim ini di musim 2011/2012. Di musim 2013-2014 dirinya lebih banyak jadi penonton, karena cedera yang dialaminya.

Pada musim 2015 dirinya memutuskan pindah ke PSS Sleman. Sayang kompetisi Divisi Utara dihentikan sebelum memulai kick-offnya, alasannya karena PSSI di bekukan oleh Menpora saat itu.

Kompetisi yangterkatung-katung ke arah ketidak jelasan, membuat Johan Arga di akhir tahun 2015 memutuskan untuk berkarir di kompetisi negeri tetangga, yakni di Liga Timor Leste.

Dirinya bergabung dengan klub kasta kedua di sana, yakni dengan klub bernama King Tino Lino. Musim ISC-B 2016, Johan Arga kembali ke PSIM, dan bahkan mendapat penghormatan untuk menjadi kapten di tim ini.

 


Dilain sisi drama kepindahan pemain PSIM ke PSS ternyata sudah mulai terjadi di tahun 1990an dan 2000an. Hal tersebut seperti yang terekam dari catatan komunitas sejarah pendukung PSIM yakni Bawah Skor. Inilah sosok yang dijabarkannya:

DEDI SETIAWAN
Pemain jebolan PSIM Suratin dan Pra PON DIY memperkuat PSS Sleman pada musim 2001. Dedi mencicipi karir bersama PSIM sejak tahun 1992. Sempat memperkuat Pelita Jakarta selama satu musim, Dedi kembali ke PSIM pada tahun 1999. Pasca PSIM degradasi 1999/2000, Dedi menyebrang ke PSS.

JATMIKO
Gelandang PSIM era Liga Dunhill 1994/1995 memperkuat PSS satu musim setelahnya. Partai menarik ketika PSIM bertemu PSS di 10 Besar Divisi Utama, Jatmiko bertemu PSIM tim yang dibelanya musim sebelumnya. Bisa dibilang Jatmiko hanya memperkuat PSIM dan PSS.

ADY PRANUGROHO
Gelandang berbakat asal GAMA ini merupakan jebolan kompetisi Liga Remaja. Ady yang berkuliah di FE UGM menjadi andalan PSIM pada musim 1999/2000. Pemain asal Pati ini pernah mengikuti seleksi Timnas Pra Olimpiade.

SUTAJI & ZAENURI
Kedua pemain ini datang ke PSIM sepaket pada musim 1997/1998. Mereka berasal dari Sidoarjo. Keduanya pernah memperkuat Persebaya Surabaya. Pada musim 2001, kedua pemain ini juga pernah memperkuat PSS Sleman.

BAMBANG SUMANTRI
Bogel panggilan akrab dari Bambang Sumantri pemain asal Jawa Timur. Berposisi sebagai full back kanan, Bogel berduet dengan Sudarmaji yang bermain di posisinya sebaliknya. Bogel adalah penentu kemengan PSIM atas PSS kala bertemu tahun 1996. Musim 2001, Bambang Sumantri memperkuat PSS bersama eks PSIM lainya seperti Zaenuri dan Sutaji

KAHUDI WAHYU
Kahudi mungkin sangat dikenal sebagai pemain PSS. Namun jangan salah, Kahudi adalah produk PSIM remaja. Kahudi memperkuat PSS pada musim 2001.

BUDIONO
Pemain tengah asal Blora ini bisa dibilang langganan bagi PSIM. Datang pada tahun 1996/1997-1997/1999, 2000/2001. Bodong panggilan akrab memperkuat PSS pada 2001/2002, kemudian pada musim 2003, dia kembali merapat kembali.