Persis Solo Kena Denda 90 Juta, Ini Kata Presiden Pasoepati

Ribuan suporter Persis Solo saat memenuhi tribun timur Stadion Utama Kebondalem, Kendal, 9 Juli lalu. Foto : Nofik Lukman Hakim

Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo meminta semua pihak untuk intropeksi diri setelah Persis Solo dijatuhi sanksi denda Rp 90 Juta oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Sanksi itu diberikan setelah suporter Laskar Sambernyawa dianggap melanggar pasal 70 lampiran 1 kode Disiplin PSSI.

Ada dua sanksi yang diberikan Komdis PSSI. Sanksi dalam surat bernomor 024/L2/SK/KD-PSSI/VII/2018 dengan denda Rp 15 Juta diberikan atas adanya pelemparan dari tribun penonton pada masa tambahan waktu babak kedua dalam laga lawan Cilegon United, 4 Juli lalu.

Sanksi kedua dalam surat bernomor 028/L2/SK/KD-PSSI/VII/2018, suporter Persis Solo terlibat dalam kericuhan saat laga lawan Persik Kendal di Stadion Utama Kebondalem Kendal, 9 Juli lalu.

Atas hal itu, Persis Solo dijatuhi hukuman denda Rp 75 Juta. Persis Solo juga wajib mengganti biaya kerusakan fasilitas markas Persik Kendal tersebut.

“Saya berharap kejadian ini tidak terulang setiap tahun. Ini bukan tentang siapa yg salah, siapa yg benar. Tapi marilah kita instropeksi diri dan menahan diri untuk tidak mudah terprovokasi,” terang Aulia Haryo kepada KAMPIUN.ID, Jumat (20/7/2018).

“Ketika suporter berharap Persis Solo harus naik ke Liga 1, kita sebagai suporter seyogyanya juga harus berbenah bersama sama. Untuk lebih dewasa, lebih kreatif, tidak rasis dlm mendukung tim kebanggaan dan tidak bertidak konyol karena luapan emosi sesaat. Karena semua tindakan apapun yang dilakukan suporternya muaranya akan ke klub,” lanjutnya.

Rio pun berharap manajemen Persis Solo segera duduk bersama dengan seluruh stakeholder untuk mengatasi permasalahan ini. Komunikasi ini diharapkan bisa mencegah kejadian yang sama terulang kembali.

Nofik Lukman Hakim