PSS Fans Dilarang ke SSA, Panpel PSIM Hanya Jual Tiket Presale

Ribuan suporter Brajamusti yang memadati Stadion Sultan Agung Bantul. Foto : Richie Setiawan

Derby DIY, antara PSIM Jogja melawan saudara mudanya PSS Sleman di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (26/7/18) mendatang, jadi salah satu laga yang paling dinanti.

Karena animonya yang cukup besar, panpel PSIM ternyata membuat kebijakan untuk tidak menjual tiket on the spot. Bagi para suporter PSIM yang ingin menonton pertandingan, dipersilakan untuk membelinya secara pre-sale.

Tiket bisa didapat melalui dua wadah suporter PSIM, yakni Brajamusti dan The Maident.

“Tiket dijual mulai hari ini, agar waktu hari H, tidak ribet mengurusi tiket, fokus pertandingan,” kata Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSIM, Wendy Umar yang dilansir dari situs resmi klub.

Dilain sisi karena animo suporter PSIM untuk memenuhi setiap celah di Stadion Sultan Agung begitu besar dan kapasitas stadion yang terbatas, panpel akhirnya membuat kebijakan untuk tidak memberikan kuota untuk tim tamu. Baik itu Brigata Curva Sud maupun Slemania.

“Hasil pre-sale dalam satu, atau dua hari, kemungkinan bisa mencapai 80 persen. Jadi, tidak memungkinkan bagi kami, untuk memberikan kuota bagi suporter tamu,” pungkas Wendy.

Dilain sisi Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru, mengatakan bahwa pihaknya memiliki angan-angan untuk mempertemukan suporter kedua kesebelasan dalam laga derby itu. Namun, untuk saat ini, hal tersebut urung terealisasi.

“Kami tidak mempermasalahkan kalau suporter tamu datang. Namun, dengan sangat terpaksa, karena kapasitas SSA yang terbatas, kami tidak bisa memberi kuota untuk mereka,” katanya.

Karena itu, Agung menuturkan, pihaknya meminta maaf kepada jajaran manajemen PSS, karena tidak bisa menampung hasrat suporter Laskar Elang Jawa, yang tentunya ingin memberi dukungan penuh kepada tim kebanggaannya.

“Kami minta maaf kepada manajemen, atau suporter PSS, karena tidak dapat memberi kuota untuk tim tamu. Nanti, kalau kita sudah berkandang di Mandala Krida, suporter tamu bisa diakomodir,” tuturnya.

Lebih lanjut, Agung berharap, suporter PSIM bisa menjaga kondusifitas, sehingga laga berjalan lancar. Menurutnya, PT. LIB tidak akan mentoleransi segala tindakan provokasi yang berlebihan, seperti pelemparan dan sebagainya.

“Pelemparan harus dihindari, suportlah dengan cerdas, kita bersaing secara sehat. Jangan terprovokasi, karena akan ada denda yang luar biasa kepada tim, untuk pelanggaran yang sudah tertulis,” pungkasnya.